Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Agustus 2010

Mimi Tiweng, Primadona Ronggeng Terakhir

By Adi Panca | At 03.17.00 | Label : , , | 1 Comments

Masih adakah ruang yang tersedia untuk menyaksikan Mimi Tiweng menari? Primadona ronggeng ketuk dari Dusun Tlakop (Desa Telagasari Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu, Jawa Barat) itu terakhir kali tampil memesona dalam pergelaran di Gedung Negara Cirebon, awal Desember tahun lalu.

Penampilannya di depan publik yang sebagian besar terdiri dari pejabat itu bkan hanya yang pertama kali setelah cukup lama istirahat. Sebelumnya, ia lebih banyak di rumah mengurus suaminya, Waryim (75 tahun). Padahal dulu ia merupakan seorang primadona.

Ronggeng ketuk merupakan kesenian tradisional yang bentuknya tidak banyak berbeda dengan kesenian sejenis yang menampilkan penari ronggeng. Di daerah lain kesenian ini dinamakan ketuk tilu karena salah satu instrumennya atau waditra berupa cemplon yang dinamakan ketuk terdiri dari tiga buah. Instrumen lainnya adalah rebab, gendang dengan kulanter, gong, dan kecrek.

Mimi Tiweng yang sudah menari sejak usia 10 tahun ini pernah mengalami masa-masa keemasan yang sulit terlupakan. Sebelum organ tunggal mewabah seperti sekarang, ronggeng ketuk merupakan salah satu pilihan masyarakat Indramayu dalam memeriahkan acara pernikahan, khitanan, dan lainnya.

Kini kondisi semakin sulit karena masyarakat lebih memilih organ tunggal ketimbang kesenian tradisional yang ada. Alhasil ronggeng-ronggeng yang ada berguguran satu persatu dan tinggal Mimi Tiweng sendiri. Namun Mimi Tiweng pun merasa sedih karena ia tidak bisa lagi mencari penggantinya. Anak-anak gadis, sudah tidak ada lagi yang mau menjadi penari ronggeng.

(disarikan dari Her Suganda, Kompas 31/07/10)

Minggu, 11 Juli 2010

Belajar dari Cowboys in Paradise

By Adi Panca | At 12.54.00 | Label : , , | 3 Comments

Akhir april 2010 publik dihebohkan dengan film yang berjudul Cowboys in Paradise. Film dokumenter garapan Amit Virmani ini mengusung tema sex-tourism dengan mengisahkan bagaimana kehidupan gigolo di Bali. Tidak diketahui dengan pasti motif sutradara dari Singapura itu dalam pembuatan film ini, namun film ini menjadi pukulan telak masyarakat Bali dan kepariwisataan Indonesia pada umumnya. Berbagai bentuk protes masyarakat Bali terhadap film ini terus berlangsung karena film ini dianggap mencemarkan nama baik sekaligus memrosotkan pamor pariwisata Bali di mata internasional. Hal ini tentu saja berpengaruh pada bisnis pariwisata nasional karena Bali merupakan salah satu tempat wisata andalan Indonesia yang paling banyak menyerap turis baik lokal dan mancanegara.

Pertanyaanya, apakah benar ada cowboys di Bali? Secara teori, setiap daerah tujuan wisata akan menimbulkan segala macam potensi transaksi. Baik itu transaksi yang bernilai positif seperti jual beli makanan, jasa transportasi, telekomunikasi, dan lain-lain juga transaksi bernilai negatif seperti pelacuran, jual beli obat-obatan terlarang, dan lain-lain. Adanya demand dan supply merupakan hal alami yang muncul. Jadi potensi seperti itu bukan hanya ada di Bali, tetapi juga tempat-tempat lain yang menjadi tujuan pariwisata, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (Jogja). Respon publik sekitar yang akan menentukan apakah potensi itu akan muncul atau akan tenggelam. Budaya permisif, pengawasan minimalis, ketidakpedulian sosial adalah beberapa respon publik yang mampu menumbuhkan potensi negatif tersebut.

Berbagai macam spekulasi bermunculan mananggapi kasus ini. Spekulasi yang menarik adalah adanya negative-competition dalam persaingan pasar pariwisata. Spekulasi ini sangat beralasan. Pembuatan film yang kontroversial ini selain tidak berizin juga dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Terlebih kewarganegaraan Singapura, yang tentunya merupakan kompetitor Bali dalam dunia pariwisata, yang dimiliki Amit Virmani menjadi nilai penguat spekulasi ini. Saat ini muncul kekhawatiran dari masyarakat sampai pada pemerintah daerah akan terjadinya penurunan jumlah turis yang berkunjung ke Bali. Meskipun demikian kekhawatiran ini belum terbukti. Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang yang membenarkan adanya penurunan jumlah pengunjung.

Sikap pro-aktif memang sudah seharusnya ditunjukan oleh pemerintah. Namun kebijakan yang kurang tepat justru akan semakin manambah dampak buruk. Adanya razia yang dilakukan oleh satgas pantai Kuta bisa jadi memiliki tujuan yang baik, namun sangat disayangkan jika implementasinya dapat mengganggu kenyamanan turis yang sedang menikmati keindahan Pantai Kuta. Hal ini tentu menjadi point negative pelayanan pariwisata. Respon publik yang baik tentu adalah respon yang dilandasi pada permasalahan yang ada. Jadi antara masalah dan penyelesaian benar-benar mempunyai titik temu sehingga respon kebijakan adalah bentuk penanggulangan yang efektif dari sebuah permasalahan. Dalam masalah ini Thailand bisa menjadi contoh. Thailand menghadapi gejolak politik yang tak kunjung baik bahkan berpotensi akan adanya kerusuhan, namun kepariwisataan Thailand tidak lelahnya melakukan promosi dengan slogan Amazing Thailand-nya. Dalam promosinya, Amazing Thailand menawarkan segala macam keindahan, keamanan dan kenyamanan, sehingga para turis tidak perlu khawatir dengan gejolak politik di negeri Gajah Putih tersebut. Hasilnya, meskipun potensi kerusuhan politik siap meledak di Thailand namun Thailand tetap menjadi tujuan pariwisata dunia.

Masalah yang muncul dari film ini bukan hanya menjadi tanggungan lokal Bali tetapi menjadi tanggungjawab nasional mengingat Bali merupakan salah satu ikon pariwisata nasional. Belum lama sebelum kasus ini mencuat Indonesia sebenarnya telah mendapatkan pandangan positif dari internasional dengan keberhasilan dilumpuhkannya teroris. Ini adalah modal besar bagi Indonesia untuk membuang jauh persepsi buruk internasional terhadap Bali dan terhadap Indonesia pada umumnya. Hal yang perlu dilakukan tentu dengan terus meyakinkan masyarakat international bahwa Indonesia nyaman, Indonesia aman, dan Indonesia menawarkan keindahan alam bukan sex-tourism baik itu melalui iklan dan promosi maupun dengan perbaikan pelayanan pariwisata yang diberikan. Pemerintah Indonesia semestinya mampu merespon masalah ini dengan baik.

Jogja seyogyanya mampu mengambil pelajaran dari kasus ini. Bukan tidak mungkin Jogja akan mendapatkan isu tak sedap seperti ini sehingga menggoyahkan sektor pariwisata Jogja. Karena sebagai salah satu tujuan pariwisata Jogja juga memiliki potensi timbulnya transaksi bernilai negatif. Pemahaman situasi-kondisi dan pengambilan kebijakan adalah kunci untuk menciptakan pelayanan yang baik, rasa aman, rasa nyaman, terhadap turis sehingga tumbuh kepercayaan dalam diri turis untuk mengajak orang lain mengunjungi Jogja.


Oleh : Adi Risza Rosadi


- Harian Jogja 06/05/10 -

Jumat, 18 Juni 2010

Ditilang Polisi

By Adi Panca | At 08.59.00 | Label : , , | 1 Comments
Sabtu kemaren aku nganter temenku pulang ke dunianya (waduh....). Naiklah kita ke atas motor. Dia yang nyetir. Eh tiba-tiba temenku berani-beraninya lampu merah. Padahal pos polantas tepat persis didepan. Terjadilah apa yang terjadi. Pak polantas dengan motornya yg lumayan keren menghampiri kami.

"Selamat siang mas, bisa tunjukan sim dan stnk-nya..." begitu kira2 kata pak polantas.

"Ada apa toh pak?" tanya temenku

"Mas-masnya tadi melanggar lampu merah... bla bla bla....."

temenku pun berkilah, tapi akhirnya diserahkannya SIM dan STNK-nya. Tapi ternyata sembari menuju bus yang hendak mengantarkannya pulang dia berpesan

"Tolong urusin ya Di..."

Dengan berat hati aku mengikuti langkah motor pak polantas (emang motor melangkah ya?). Sampailah ke pos polantas depan terminal Giwangan. Ternyata eh ternyata di sono udah ada yang kena tilang lebih dulu. Aku pun menunggu giliran...

Tibalah giliranku...

"Mas Dika ya?" sapa pak polantas yg ngurusin surat tilang

"Bukan pak, nama saya Adi" jawabku polos

"Loh mas-e yg tadi ngelanggar lampu merah toh?"

"Enggak pak, la wong aku mbonceng ko" kembali dengan polosnya

"La tadi yang nyetir mana?"

"Begini pak..." aku menjelaskan "aku kan tadi nganter temenku yg mau pulang ke alamnya toh, aku mbonceng dia yg nyetir, trus sekarang ya dia udah naik bus..." sembari menunjuk sembarang bus yg kebetulan lewat aja

"Oh begitu.." pak polantas mulai kelihatan lebih kalem "La temenya udah kerja toh?"

"Belum pak, tapi dulu sempat nyupir.. Nyupir truk..."

Dan obrolan pun berlnjut sampai 15 menit lamanya. Dan akhirnya aku pun terbebas dari tilang polantas...

Pelajaran hari ini: awalnya aku sedikit ga percaya dengan cerita seorang pemuda yang membawa sekarung emas, tapi disuruh ortunya untuk berkata jujur saja. Yg pada akhirnya pemuda itu selamat dari perampokkan, padahal pemuda itu udah jujur bahwa yg dibawanya emas yang sangat banyak.

Namun hari itu, aku baru memahami bahwa kejujuran itu memang membawa kepada keselamatan. Dunia juga akhirat. Semua pertanyaan pak polantas aku jawab apa adanya, dan aku pun terbebas dari penilangan. Secara aku juga menyelamatkan temenku dari ancaman sidang. Terimakasih....


NB: Gambarnya dari detik

Rabu, 14 April 2010

Pengemis Jajan Es-Krim

By Adi Panca | At 14.35.00 | Label : , | 8 Comments
Tadi siang aku jalan-jalan ke Matahari (Malioboro). Tujuannya pengen beli baju, maklum aja bajunya udah pada lusuh. Setelah muter-muter di Mall akhirnya nggak nemu juga yg cocok. Hehe... Keluarlah aku dari mall, mo pulang. Tapi karena ujan, aku putusin buat jajan eskrim dulu. Harganya ternyata 3000an, produk amerika.

Pas lagi asik-asik makan es krim ternyata ada seorang pengemis. Umurnya nggak tua-tua banget paling 45an. Sambil terpincang-pincang ia menadahkan tangannya ke orang-orang yang ada di sekitarnya. Tapi anehnya ia melewati aku yg udah nyiapin 500 perak buat dia. Mungkin dia punya pikiran "tampang gini mana mau ngasih..". Eh dia malah ndeketin sekelompok "anak gaul" yg lagi nongkrong di sekitar penjual eskrim.
Ia pun kembali menengadahkan tangannya pada perempuan cantik bertato. Dengan sopannya, perempuan cantik itu menuduk sambil menyatukan telapaktangannya di depan dada, perempuan bertato banyak itu menolak (wuih, tatoan tapi sopan. SIP!).

SekilasInfo aja neh, di situ ada pemuda yg nenteng Canon EOS 1d (mengen-mengeni....).

Lanjut lagi. Nah, karena ga ada yg ngasih eh tiba-tiba pengemis itu ngeluarin duit, trus di kasih ke anak laki yg pake kacamata item, yang kelihatan paling sombong di antara "anak gaul" itu. Sontak anak muda berkacamata item itu kaget, "loh.... buat apa ini" (paling dia mikirnya kayak gitu. Dengan tenangnya pengemis itu bilang...

"Tolong beliin eskrim..."

Beh.... Pengemis paruh baya itu pun mendapatkan eskrimnya. Nah pas mau pergi, eh tiba-tiba ada sebotol minuman yang jatuh dari kotak yg di bawanya, ternyata itu minuman bermerk yang harganya sekitar 5000an. Ck ck ck... Untung aku ga jadi ngasih. Bukan maksud pelit, lah dia lebih kaya dari aku je....

Sayang banget aku ga bisa ambil gambarnya karena ga punya kamera ato handicam. Ada yang mau nyumbang???

Kamis, 11 Maret 2010

Batik Indramayu

By Adi Panca | At 02.41.00 | Label : | 7 Comments
Mungkin belum banyak yang tahu bahwa Indramayu juga memiliki batik dengan motif yang khas. Karena motifnya yang khas maka batik ini disebut batik Indramayu dan karena daerah pusat kerajinannya ada di daerah Paoman (sekitar kota Indramayu), maka banyak disebut sebagai batik Paoman.

Jika dilihat dari jenis pola-pola yang ada, batik Indramayu termasuk dalam jenis Batik Pesisir. Mayoritas motif batik yang digunakan di Indramayu hadir dalam kegiatan penangkapan ikan di laut. Motifnya banyak mendapat pengaruh dari gambar atau motif kaligrafi dari Arab, Cina atau daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Karakteristik menonjol dari Batik Indramayu adalah ranggam dinyatakan flora dan fauna, dengan borgol dan banyak garis lengkung yang lancip (riritan), latar belakang putih dan warna gelap dan banyak titik-titik yang dibuat dengan teknik cocolan jarum, dan bentuk dari isen-isen (sawut) yang pendek dan kaku.

Beberapa motif dari batik Indramayu seperti Motif Etong yang menggambarkan berbagai satwa laut seperti ikan, udang, cumi, ubur-ubur dan kepiting. Motif Kapal Terdampar menyiratkan bahwa kapal nelayan . Motif Ganggeng yang menjelaskan jenis rumput laut yang ditemukan di Pantai Utara Jawa. Sedangkan motif Kembang Gunda adalah tanaman yang tinggal di pesisir pantai dan bisa menjadi lauk pecel. Selain menjelaskan kegiatan di pesisir, batik motif khas Indramayu juga menggambarkan bahwa ada kegiatan sehari-hari seperti Motif Swastika, Motif Merak Ngibing, Motif Kereta Kencana, dan Motif Rombeng Jati. Motif Swastika diilhami oleh masa penjajahan Jepang, menggambarkan simbol kekerasan yang terjadi selama penjajahan Jepang. Merak Ngibing diilhami oleh motif yang indah burung merak. Sementara motif Kereta Kencana merupakan gambaran Raja Wilarodra yang sedang berada di kandang kuda kerajaan (dari: wiralodra.com).

Seni Batik Indramayu juga mengenal Teknik Tarian. Teknik tarian ini adalah dalah proses membatik Membatik, sebuah ekspresi dalam sehelai kain polos tanpa outline/sketsa, langsung diguratkan cairan malam (lilin). Prosesi ini bagai menari atau bermeditasi.

Nah silahkan menikmati kerennya Batik Indramayu:

[gallery order="DESC" columns="2" orderby="rand"]
Klik pada gambar untuk memperbesar

Rabu, 10 Maret 2010

Tari Topeng Geni (Indramayu)

By Adi Panca | At 15.14.00 | Label : , | 3 Comments
Indonesia memiliki banyak ragam kesenian tari, khususnya tari topeng. Nah di tempat kelahiranku ada yang namanya Tari Topeng Geni. Kebetulan banget beberapa minggu yang lalu Metro TV menyorot kesenian ini. Tari Topeng Geni sendiri tidak berbeda dengan pakem kesenian lain, Tari Topeng Geni menggunakan topeng Panji dan Kelana yang menggambarkan sikap berani dan lemah lembut. Yang menarik dari tari topeng ini adalah selalu dibawakan dimalam hari dan dilakukan di atas bara api. Nah silahkan nonton videonya di bawah ini:

Selasa, 09 Maret 2010

Demokrasi Anarkis

By Adi Panca | At 15.19.00 | Label : , , | 1 Comments
Indonesia terus belajar demokrasi. Dari demokrasi semu ala orde baru sampai demokrasi super liberal ala reformasi. Adanya stigma bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan paling baik menjadikan tuntutan demokrasi, khususnya di Indonesia, kian kuat. Salah satu nilai yang terkandung dalam demokrasi adalah diberikannya hak menyampaikan pendapat kepada masyarakat. Artinya jika warga negaradapat secara bebas menyampaikan aspirasi, opini, pendapatnya maka negara itu merupakan negara demokratis. Tapi jika tidak akan ada cap bahwa negara tidak demokratis. (Aduh nggak biasa aku pake kata2 aneh kaya gini, tapi lanjut dah...)

Nah, salah satu cara menyampaikan pendapat adalah lewat demontrasi. Segala macam unek-unek rakyat sampaikan dengan demontrasi. Namun sayangnya setiap kali demo, udah capek teriak-teriak, kepanasan, keanginan, keujanan, haus, laper lagi (pengalaman pribadi, hehehe....) eh ternyata ga direspon ama penguasa.
Akhirnya gerakan pun berkembang ke arah yang lebih mencuri perhatian, ya minimal biar di liput media masa dulu lah, perbanyakin ajak orang yang demo terus negosiasi sama satuan penjaga kemanan (entah polisi atau apapun), "pak ntar dorong-dorongan sedikit ya, biar agak rame...". Namun sayang beribu sayang, yang tadinya boongan, eh jadi beneran. Akhirnya bentrok secara nyata nggak terhindar. Tapi ternyata ada untungnya, media jadi lebih semangat nyoror yang lagi jotos-jotosan.

Mulai saat itulah sebuah pemahaman baru dimulai. Demontrasi klo nggak bisa bawa massa banyak ya buat ribut aja.

Tapi bukan itu kawan masalah utamanya. Masalahnya adalah saat menyampaikan pendapat di"tegakkan" namun nilai menghargai pendapat orang lain disisihkan, maka timbulah sebuah hukum rimba, yang kuat yang menang. Saat berargumen tentu sebenarnya dapat dilihat siapa yang paling kuat, dari data dan fakta yang digunakan, dari teori yang disispkan akan membuat argumen seseorang itu kuat. Tapi balik lagi, ketika menilai pendapat orang lain dengan telinga tertutup dan menganggap lidahnya adalah lidah wali, maka kekuatan fisik dirasa akan lebih efektif untuk menyelesaikan masalah. Tidak lain dan tidak bukan demokrasi yang diperjuangkan menjadi sebuah arena ring tinju.

Kita tentu sudah tidak asing melihat anggota DPR yang saling hantam, demonstran yang merusak fasilitas publik, pemain bola yang menjadi petinju di lapangan, hanyalah sebuah contoh kecil yang menunjukan bahwa menyampaikan pendapat dengan otot akan lebih cepat selesai dari pada omong doang. Pertanyaanya sampai kapan kita maen pukul hanya gara-gara beda pendapat? Sampai kapan berhenti berkelahi yang katanya atas nama rakyat tapi sebenernya memperjuangkan kursi yg jua tak dapat? Apa mungkin ini tujuan sebenernya demokrasi yang katanya bermartabat? Ah ini hanya sebuah curhat....

Rabu, 14 Oktober 2009

Miyabi Batal Ke Indonesia

By Adi Panca | At 06.53.00 | Label : , , | 0 Comments
Setelah ikut berdebar-debar, karena Maria Ozawa - si bintang hot dari Jepang - mau dateng ke Indonesia, akhirnya ikut seneng aja deh karena ternyata Miyabi nggak jadi ke Indonesia. Seneng ini mikirnya bukan karena diri sendiri bung, tapi buat generasi muda. Wah udah tua neh. Hahaha...

Yup..! Klo diri ini sih udah kadong rusak (insa Alloh deh memperbaiki diri). Tapi buat anak-anak kecil, waduh jangan sampe deh generasi penerusku nanti juga lebih tambah rusak karena jadi penggila porno.

Ya syukur deh akhirnya kemaren pihak pembuat film ma pemerintah udah sepakat nggak jadi dateng ke Indonesia. untuk lengkapnya baca aja deh di sini---->>>

Eh Foto di atas itu bener maria ozawa bukan ya???

Senin, 06 April 2009

Tiap Hari, Ikut Kampanye...?!

By Adi Panca | At 11.43.00 | Label : , , | 1 Comments
Musim kampanye.... Fiuh...capek deh kalo tiap hari ikut kampanye.... Kader bukan, simpatisan bukan, dibayar juga nggak... Tapi tiap hari mesti kudu ikutan kampanye... Yupz, tiap hari aku terjebak apa yang namanya arak-arakan kampanye partai politik. Dua kali didaerah Bantul, berkali-kali di Kota Jogja...

Di Bantul, habis dari Manding (baru ngadain pra survey bwt penelitian) eh... ketemu ma PDIP. Panjang banget barisannya... tapi untung aja ada mobil ambulans, ya udah aku ngikutin aja tu mobil dibelakangnya. Slamet deh ga kejebak lagi... Lurus terus...!


Eh, pas melakukan penelitian benerannye, ketemu ma arak-arakkan PPP. Ko agak, bukan agak sedikit tapi agaknya banyak, brutal ya. Akhirnya aku ma temenk coba cari jalan supaya ga kena tu parade motor yang bunyinya mecahin gendang telingaku. Hampir aja nyasar, tapi bumi memang bulat. Hehehe...

Di Kota Jogja...

Waduh, banyak banget deh kalo di sini mah. Sampe bosen banget dah. Mulai dari PKS (tapi untung ga ketemu arak-arakannya), Demokrat, sampe ketemu PPP lagi. Nah yang terakhir tuh bener-bener ikut kampanye PPP. Habis dari Mandala krida sampe Gembira Loka ga bisa nglepasin dari dari barisan. Penuh tuh jalan... Capek deh...

Tapi sebenernye kampanye yang ada arak-arakan motor, bunyinya bikin sesek telinga lagi, itu buat apa sih? Ya, kalo yang saya ngerti sih bwt nunjukin ma lawan-lawannya, bahwa "pendukung saya neh, lebih banyak dari pendukung lu!". Tapi kan sama ja, mereka yang ikut kampanye belum tentu nyontreng tu caleg. Ah, tapi setidaknya bisa bikin shock therapy ma lawan-lawannya...

Tapi saya tetep berharap, semoga besok-besok kampanye parpol atau pun calegnya adalah kampanye yang cerdas, kampanye yang memiliki visi dan misi yang jelas. Karena kampanye kan sebenernya menggambarkan bagaimana tokoh tersebut nantinya...

bersambung... hehehehe....

Rabu, 24 Desember 2008

Korn Bajak Lagu Nidji

By Adi Panca | At 16.08.00 | Label : , | 3 Comments
Ada yang tahu group band Korn? Itu loh group band yang personelnya ada JONATHAN DAVIS di Vocals, JAMES “MUNKY” SHAFFER di Guitars dan FIELDY di BASS. Saya juga sebenernya kurang tahu (soalnya gak terlalu suka musik sih), cuma katanya group band Korn ini sangat begitu terkenal. Kata temen saya yang nge Fans... Pertanyaannya, terkenal mana dengan Nidji yang dari Indonesia?

Kalo menurut saya sih terkenal Nidji, tanya aja tuh temen-temen, anak-anak kecil, atau siswi-siswi SMA, lebih kenal Korn ato Nidji, pasti jawabnya Nidji. Masih nggak percaya, ni lihat video ini
Korn – hapus aku

Gimana? Keren bukan? Silahkan dapatkan CD dan Kasetnya sekarang juga. Untuk mendownload video ini anda dapat menggunakan YouTube Catcher dan copy paste alamat ini : http://www.youtube.com/watch?v=tKLecGz-lLU. Kalo yang belum tahu tentang Youtube Catcher liat dulu disini.

Teman Sejati

By Adi Panca | At 15.51.00 | Label : , | 2 Comments
Apa makna teman sejati bagi anda? Yaps, setiap orang pasti memiliki definisi berbeda. Tergantung pada pemahaman masing-masing aja. Tapi dibawah ini, tepatnya melalui video dibawah nanti kita akan tahu makna teman sejati versi seorang ninja.
Lihat aja videonya dulu


Gimana? Keren bukan? Silahkan dapatkan CD dan Kasetnya sekarang juga. Untuk mendownload video ini anda dapat menggunakan YouTube Catcher dan copy paste alamat ini : http://www.youtube.com/watch?v=4mVGsr3ogzg. Kalo yang belum tahu tentang Youtube Catcher liat dulu disini.

Belajar Gitar

By Adi Panca | At 15.22.00 | Label : , | 0 Comments
Anda suka bermain gitar? Lagi belajar memainkan gitar? Sudah punya panduannya? Baik berupa buku video atau malah sudah punya guru? Nah saya yang tidak mahir bermain gitar pengen berbagi ilmu dengan anda. Saya akan membagikan satu video yang akan menuntun anda belajar gitar dengan cara yang berbeda. Lebih impresif (opo kui?), lebih fantastik, dan berbeda dengan yang lain… Silahkan liat Videonya aja deh…


Gimana? Keren bukan? Silahkan dapatkan CD dan Kasetnya sekarang juga. Untuk mendownload video ini anda dapat menggunakan YouTube Catcher dan copy paste alamat ini : http://www.youtube.com/watch?v=4mVGsr3ogzg. Kalo yang belum tahu tentang YouTube Catcher silahkan lihat dulu disini.

Jumat, 14 Maret 2008

Menyambut Kebangkitan Sepakbola Indonesia...

By Adi Panca | At 20.54.00 | Label : , , | 1 Comments
Sebagian kalangan mungkin masih terniang hiruk pikuk riuhnya Piala Asia beberapa bulan yang lalu. Indonesia sebagai salah satu dari empat tuan rumah penyelenggara kejuaraan sepak bola ter-elite se-Asia boleh berbangga, karena walaupun Indonesia tidak lolos dari fase group, tapi perjuangan Firman Utina dan kawan-kawan patut untuk diacungi jempol. Para suporter yang hadir di Stadion Kebanggaan Timnas Indonesia-pun membuat seluruh masyarakat Indonesia bangga. Tak henti-hentinya mereka memberikan dukungan baik lewat nyanyian, yel, spanduk, atau apapun yang dapat menjadikan para pemain dilapangan semakin bersemangat. Mereka-pun tetap menjungjung sportifitas. Inikah cikal bakal kebangkitan sepak bola Indonesia?
Namun segala kebanggaan yang lahir sirna begitu saja saat mengetahui ketua badan persebakbolaan kita kembali harus berurusan dengan hukum. Ditambah lagi desakan FIFA yang mengharuskan PSSI memilih ulang atau tepatnya mengga
nti Nurdin Khalid sebagai ketua Umum PSSI. Bahkan usut punya usut surat itu pertama kali datang ke PSSI saat piala asia mulai bergulir. Namun PSSI mencoba menyembunyikannya. Bukan hanya itu, PSSI-pun menolak keras keputusan FIFA. “aku heran.. aku heran... yang salah dipertahankan...” secuil bait lagu dari Iwan Fals.
Sebuah organisasi bagaikan sebuah pesawat terbang. Ketua ibarat seorang pilot pesawat. Dialah yang menentukan kemana, kapan, bagaimana, pesawat akan terbang dan mendarat kemudian. Ini bukan merupakan pesawat mainan anak-anak yang bisa di terbangkan dengan remot kontrol dari jauh bahkan dari teralis besi. Ini merupakan pesawat penumpang yang membutuhkan totalitas seorang pilot didalamnya, tidak mementingkan diri sendiri, atau keluarganya yang ada dirumah. Coba kita renungkan sedikit ilustrasi tersebut...
Lalu dari mana kita menyambut kebangkitan persebakbolaan kita? Mari kita sambut terlebih dahulu perbaikan, kebangkitan organisasi yang mengayomi dunia persebakbolaan Indonesia, mari kita berkontribusi dalam refolusi PSSI. Refolusi PSSI bukan hanya sekedar mengganti seorang Nurdin Kholid, tetapi lebih dari itu. Perbaikan hukum, sanksi, kinerja, efektivitas, dan produktifitas harus mampu tersentuh. Reformasi juga harus bersifat multidimensional, faktor moral merupakan hal yang sangat penting untuk diperbaiki. Mari kita mulai dari menyambut reformasi PSSI. Kita sebagai para tifosi punya kekuatan jika kita benar-benar dapat bersatu. Bukan demi Persija, Persib, PSMS, Persik, PSM, atau klub-klub yang lainnya. Tapi ini demi Indonesia. Kebangkitan persepakbolaan Indonesia berawal dari reformasi PSSI...
Bravo sepak bola

pernah dimuat di majalah Bola
(HOME)

Open Season

By Adi Panca | At 20.35.00 | Label : , | 1 Comments
Transfer windows bulan Januari segera dibuka, musim berburu (open season) kembali dimulai. inilah kesempatan bagi setiap manajer dan klub-klub eropa untuk berburu pemain yang dapat meningkatkan performance tim-nya. Setiap klub atau manajer pasti akan mencari pemain yang bagus, berbakat, potensial, atau pemain berpengalaman tergantung tujuan klub masing-masing.
Banyak sekali motif-motif yang ditampilkan klub-klub eropa dalam belanja pemain ini. Motif-motif tersebut diantaranya seperti: 1) Untuk mengoleksi pemain-pemain bintang, seperti yang dilakukan real madrid dengan slogan Los Galacticos-nya. 2) Ada juga klub yang memiliki motif berburu pemain karena ingin ‘mengebiri’ lawan-lawannya, seperti yang dilakukan Bayer Munchen beberapa tahu


n yang lalu, yang paling kentara adalah pembelian Balack dari Liverkusen, otomatis setelah pemain kunci liverkusen ini diboyong, Muncen seperti tak ada lawan di ranah domestik. 3) Ada juga dengan motif agar supaya pendapatan klub baik dari karcis atau pernak-pernik akan semakin besar, seperti Real Madrid pada saat membeli Beckam. 4) Adanya motif untuk mengisi kekurangan pada lini-lini tertentu pada suatu tim, seperti yang dilakukan liverpool dalam pembelian Tores dan Babel, keduanya diharapkan mampu menambal kekurangan ketajaman dan ketangguhan sayap tim. 5) ada juga yang dikarenakan kecintaan seorang manajer ataupun pemilik klub pada pemain-pemain tertentu atau biasanya pemain yang berasal dari negaranya, seperti M city yang memboyong pemain Tailand. 6) Atau dengan motif for the future, yang diaplikasikan oleh klub dengan membeli pemain-pemain muda potensial, seperti yang dicontohkan Arsenal dan Ajax.
By the way, apapun motif dari masing-masing klub dalam melakukan pembelanjaan pemain akan memberikan hiburan yang menarik bagi kita para pecinta sepak bola. Kita tinggal menunggu kejutan-kejutan apa lagi yang akan terjadi di bursa transfer januari mendatang.
Bravo sepak Bola...!

(HOME)
 

Mengenai Saya

Foto saya
Berbagi informasi CPNS dan Lowongan Pekerjaan
Masukan email-mu untuk terus update artikel dan info CPNS dan Lowker dari Adipanca.Net

Copyright © 2012. Adi & Panca Blog - All Rights Reserved Thanks to: by Blog Bamz