Tampilkan postingan dengan label Sosial Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Politik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Agustus 2010

Nasib Anak Jalanan, di Hari Anak Nasional

By Adi Panca | At 13.47.00 | Label : , , , | 21 Comments


Raperda Gepeng dan Anak Jalanan yang sempat ditentang oleh gepeng dan anak jalanan yang didampingi sejumlah LSM di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2008 silam kini kembali mencuat kembali ke permukaan. Raperda Gepeng dan Anak Jalanan ini sebenarnya sempat dihimpun bersama-sama dengan LSM dan stakeholder lain yang memiliki perhatian terhadap anak jalanan di tahun 2008. Namun belum juga menemui titik temu. Raperda ini sendiri dimaksudkan untuk menangani permasalahan gepeng dan anjal di DIY. Namun berbagai kalangan menilai raperda tersebut bersifat represif dan bertentangan dengan hak asasi manusia.
Raperda yang digagas sejak 2007 ini kembali digodog oleh biro hukum dan ditargetkan disahkan menjadi Perda pada tahun 2011. Kepala Dinas Sosial DIY, Sulistyo, mengatakan bahwa Perda itu juga mengatur soal peran dan kewenangan masing-masing instansi di DIY dalam penanganan anak jalanan secara rinci (tvone.co.id, 9/6/10).
Hak-hak Anak Jalanan
Anak jalanan merupakan kelompok anak yang sering mendapatkan perlakuan yang salah, baik oleh masyarakat maupun negara. Selama ini program-program penanganan anak jalanan tidak melihat sisi hak-hak anak yang juga melekat dalam diri anak jalanan. Razia-razia yang dilakukan oleh petugas secara nyata melanggar hak anak untuk mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan.
Ya, kebijakan yang ada untuk menangani anak jalanan tidak lepas dari sudut pandang yang tidak berpihak terhadap hak anak. Adanya diskriminasi dan marginalisasi anak jalanan semakin menjauhkan mereka dari hak-hak yang semestinya didapatkannya. Padahal keberadaan anak di jalanan dikarenakan tidak terpenuhinya hak-hak mereka selama berada di ranah domestik. Adanya Kekerasan Dalam Keluarga (KDRT) yang menjadi salah satu penyebab anak turun ke jalan menunjukkan tidak diterimanya hak perlindungan dari tindak kekerasan (UU No. 23 th 2002 Pasl 4). Beberapa anak harus berada di jalan karena keadaan ekonomi keluarga juga menunjukkan kegagalan dalam pemenuhan hak asuh yang ideal untuk keadaan anak (UU No. 23 th 2002 Pasl 7 ayat 2).
Solusi
Beberapa kota besar seperti Jakarta, Medan, dan Surabaya sebenarnya telah memberlakukan perda semacam ini. Namun belum ada bukti kongkrit dari efektivitas perda tersebut. Seyogyanya DIY tidak mencontoh kegagalan beberapa kota tersebut, akan tetapi mengambil sebuah pelajaran berharga dari kegagalan yang pernah ada.
Beberapa langkah yang bisa dijadikan acuan adalah: Pertama, identifikasi kasus sebab anak turun ke jalan karena perbedaan motif anak turun ke jalan memerlukan pendekatan penanganan yang berbeda pula. Selama ini penanganan anak jalanan bersifat kasuistik dan represif. Razia anak jalanan contohnya. Identifikasi kasus ini akan memberikan gambaran yang nyata tentang penyebab anak turun ke jalan sehingga upaya yang dilakukan ke depannya adalah langkah preventif. Pemenuhan hak-hak anak saat masih berada di ranah domestik tentu akan mencegah dan mengurangi anak turun ke jalan.
Kedua, sudut pandang yang dipakai tidak bertentangan dengan hak-hak anak yang dimiliki anak jalanan. Undang-undang No 23 tahun 2002 dan juga naskah PNBAI 2015 tentu tidak boleh disisihkan dalam pembuatan kebijakan penanganan anak jalanan. Sebuah penyelewengan besar jika sebuah perda bertentangan dengan undang-undang yang telah ada.
Ketiga, butuh kejelasan siapa berbuat apa. Pemerintah seharusnya memberikan ruang yang luas bagi stakeholder lain seperti LSM, tokoh, juga Komunitas Anak Jalanan untuk turut aktif dalam merumuskan dan pada proses implementasi kebijakan. Dengan tidak bersifat partisipatoris maka negara akan memposisikan diri sebagai pihak yang benar dan rakyat sebagai pihak yang salah. Akibatnya segala kebijakan publik hanya akan merenggut hak-hak warga negara.
Peringatan Hari Anak Nasional pada tanggal 23 Juli seyogyanya mampu dijadikan sebuah langkah yang tepat untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak, terutama dalam artikel ini adalah anak jalanan. Karena anak jalanan juga bagian dari generasi penerus bangsa yang berdiri dalam posisi kerawanan. Jika hak mereka tidak diberikan kerawanan itu akan semakin rawan. Penulis berharap momen Hari Anak Nasional dijadikan satu pijakan untuk memenuhi hak-hak anak. Penyusunan Perda Anak Jalanan semestinya lebih menitik beratkan pada upaya pemenuhan hak anak jalanan bukan menyingkirkan mereka.

Senin, 26 Juli 2010

Anak Jalanan, Penentu Masa Depan Indonesia Juga

By Adi Panca | At 04.57.00 | Label : , , | 9 Comments

Malam semakin larut. Udara dingin semakin menusuk tulang-tulang sendi. Namun Budi (bukan nama sebenarnya) masih terjaga sembari menenteng gitar kecilnya. Pintu demi pintu kendaraan beroda empat yang terhenti di lampu merah jalan lingkar selatan Yogyakarta coba diketuknya, tetapi setiap kali Budi hendak memetik gitarnya seseorang yang berada di dalam kendaraan tersebut menunjukkan telapak tangannya. Setelah lampu hijau menyala Budi kembali duduk dipinggiran jalan bersama temannya. Mereka terlihat lusuh, tak ada receh di tangan.

Fenomena di atas baru saja saya temui 17 Juli lalu, ini hanyalah secuil gambaran dari permasalahan kompleks anak jalanan. Sudah hampir jam sebelas malam dua anak jalanan yang saya taksir berumur sekitar 13 tahunan itu masih terus berusaha mengais rupiah, berharap kemurahan hati para kendaraan bermotor, khususnya mobil. Namun selama pengamatan saya tidak ada satu pun mobil yang membukakan kaca pintunya. Mungkin warga Yogyakarta telah mengikuti anjuran tertulis “Peduli Bukan Berarti Memberi” yang terpasang hampir di setiap sudut lampu merah padat lalu lintas Kota Yogyakarta.
Anak jalanan merupakan kelompok anak yang sering mendapatkan perlakuan yang salah, bahkan oleh negara. Hal ini terlihat dari pendekatan penanganan anak jalanan. Pendekatan keindahan dan kebersihan yang berfokus pada ‘pembersihan’ jalanan dari anak jalanan dengan “acara garukan” memberikan cap kepada anak jalanan bahwa mereka adalah sampah yang harus dibersihkan. Begitu pun dengan pendekatan kenyamanan dan keselamatan, anak jalanan dianggap membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain sehingga harus di“aman”kan dari jalanan. Namun proses razia yang dilakukan malah semakin membahayakan, karena anak jalanan harus berlari dari kejaran petugas diantara laju kendaraan. Belum lagi keberadaan mereka ditolak oleh masyarakat setempat karena dianggap memiliki potensi besar pelaku tindak kriminal.

Hak-hak Anak Jalanan
Penanganan permasalahan anak jalanan semestinya tidak terlepas pada alasan mereka turun ke jalan. Dari banyak penelitian tentang anak jalanan hampir dapat disimpulkan bahwa alasan mereka turun ke jalan dikarenakan tidak terpenuhinya hak-hak anak pada saat berada di rumah, namun penanganan anak jalanan sejauh ini belum melihat dari sudut pandang hak-hak anak. Padahal dengan tidak terpenuhi hak yang satu maka akan tidak terpenuhinya hak-hak anak jalanan yang lainnya, sehingga potensi resiko dari anak jalanan akan semakin beresiko.

Mari kita berlogika sederhana. Sebagai contoh kasus beberapa anak turun ke jalan karena masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hal ini menjukkan bahwa hak-hak mereka mendapat perlindungan dari tindak kekerasan tidak mampu dipenuhi oleh negara. Pada kenyataanya di jalanan mereka tidak terlepas dari tindak kekerasan oleh preman atau oleh anak jalanan yang lebih besar bahkan razia-razia anak jalanan ternyata tidak lepas dari tindak kekerasan. Tindakan kekerasan tersebut secara psikologis akan melekat dalam diri anak sehingga anak berpotensi menjadi pelaku tindak kekerasan juga.
Contoh lain adalah masalah ekonomi. Anak harus ikut bekerja keras demi mencari sesuap nasi dan membantu keluarga mengepulkan dapurnya. Peraturan yang tidak memperbolehkan pengendara memberikan recehnya kepada anak jalanan bisa jadi akan menumbuhkan potensi buruk dalam diri anak jalanan. Mereka bisa saja menjadi pelaku tindak kriminal pencurian bahkan penodongan karena tidak mendapatkan apa-apa saat mereka ngamen. Belum lagi masalah kesehatan reproduksi yang jika tidak terpenuhi layanan kesehatan reproduksi resiko HIV/AIDS pada anak jalanan akan semakin beresiko dan masalah-masalah lain yang belum teridentifikasi.

Hak anak merupakan hak asasi manusia dan hak anak melekat dalam dirinya dan negara memiliki kewajiban untuk melindungi anak-anak dari sikap diskriminatif atas dasar ras anak atau orang tua atau wali sah, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, pendapat politik atau yang lainnya, kesukuan atau asal muasal sosial, hak milik, kecacatan, kelahiran atau status lain. Prinsip dasar ini mengharuskan pemenuhan hak-hak anak baik bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan, termasuk menghargai hak anak untuk mempertahankan identitasnya berlaku untuk semua anak tanpa terkecuali.

Tanggung Jawab Bersama
Upaya pemenuhan hak anak telah tercantum dalam dokumen Program Nasional Bagi Anak Indonesia (PNBAI) 2015. PNBAI 2015 dikembangkan berlandaskan pada beberapa prinsip dan kebijakan yang telah dikembangkan sebelumnya. Pertama-tama, program ini dikembangkan dengan berlandaskan pada Undang-undang Dasar 1945 pasal 28b dan 28c. Landasan kedua adalah Undang-undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (UU PA). Undang-undang tersebut menegaskan hak-hak anak untuk memiliki tingkat kesehatan yang optimal, memperoleh pendidikan dan mendapatkan perlindungan. Ditegaskan pula tanggung jawab dan kewajiban orang tua dan/atau wali/pengasuh anak, keluarga, pemerintah dan masyarakat dalam pemenuhan hak-hak anak tersebut.

Penyusunan PNBAI 2015 juga memperhatikan sepenuhnya prinsip dasar dalam pemenuhan hak-hak anak yang dirumuskan dalam Konvensi Hak-hak Anak (Convention on the Rights of the Child), yaitu: non-diskriminasi, kepentingan yang terbaik bagi anak, hak untuk hidup & kelangsungan hidup, dan perkembangan, dan penghargaan terhadap pendapat anak. Millenium Development Goals (MDGs) juga dijadikan rujukan penyusunan PNBAI.

Penyusunan dokumen PNBAI yang sudah terperinci ini masih menimbulkan pertanyaan. Siapa berbuat apa? Dalam pemenuhan hak anak negara didaulat sebagai penanggung jawab utama. Namun negara tidak dapat bekerja sendirian. Oleh karenanya dalam pemenuhan hak-hak anak pun diperlukan adanya peran semua stakeholder baik lembaga pemerintahan maupun nonpemerintahan untuk menjalankan fungsi governing secara bersama dan bekerjasama. Seperti yang telah tercantum dalam PNBAI 2015 bahwa sebagai upaya pemenuhan hak-hak anak diperlukan adanya upaya mendorong semua tindakan yang menyangkut kepentingan anak, baik yang dilakukan oleh lembaga pemerintah, lembaga peradilan, lembaga legislatif maupun masyarakat akan memberikan prioritas tinggi kepada pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak, demi kepentingan terbaik anak Indonesia.

Memperingati hari anak nasional seyogyanya bukan hanya sebatas sebuah perayaan tahunan yang mungkin akan diselingi dengan lomba dan penghargaan pada anak-anak berprestasi, namun 23 Juli mendatang semestinya mampu menjadi sebuah momentum yang tepat untuk secara utuh dan sungguh-sungguh memenuhi hak-hak anak tanpa terkecuali.

Selasa, 20 Juli 2010

Ke(tidak)bijakan Tarif Dasar Listrik

By Adi Panca | At 13.47.00 | Label : , | 1 Comments

Kamis 1 Juli 2010 Perusahaan Listrik Negara (PLN) resmi menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL). Hal ini sekaligus mengabaikan berbagai keberatan dari berbagai kalangan yang kian meluas termasuk dari Serikat Pekerja PT PLN. Padahal berbagai macam alasan keberatan yang diutarakan tidak mengada-ada. Dari mulai ketakutan akan naiknya harga produksi di ranah industri sampai pada ketakutan di ranah rumah tangga akan ikut naiknya kebutuhan pokok. Di sisi lain, alasan mendasar kebijakan pemerintah menaikkan TDL belum terungkap secara transparan (Kompas, 14/7/2010).

Jika dikatakan alasan dinaikkannya TDL untuk menyehatkan keuangan PLN tetapi menurut Serikat Pekerja PLN setidaknya pada tahun 2009 saja PLN memperoleh laba sebesar sebesar 10,3 triliyun rupiah, jika laba tersebut dikelola dengan baik tentu keuangan PLN tidak jadi masalah. Jika alasannya adalah untuk mengurangi subsidi dari negara, kenapa negara memberikan subsidi kepada negara-negara lain, seperti Jepang dan Cina misalnya, dengan cara menjual energi primer dengan harga yang sangat murah?

Kita harus sadar bahwa negara kita adalah produsen batu bara, gas, minyak bumi, dan energi primer lainnya. Jika sumber energi tersebut dimanfaatkan sepenuhnya untuk pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri tentu kenaikkan TDL dapat dihindari. Karena PLN sendiri tentunya membutuhkan energi primer, terutama gas, untuk terus beroperasi memproduksi energi listrik. Namun seperti yang tersebut di atas bahwa negara ternyata lebih memilih mensubsidi negara-negara lain bahkan negara yang lebih mapan seperti Cina dan Jepang. Alhasil PLN kita harus membakar BBM yang harganya lebih mahal namun hasilnya tidak lebih baik dari menggunakan gas alam.


Siaga Inflasi

ReforMiner Institute memperkirakan kenaikkan TDL dapat menyebakan kenaikkan inflasi hingga 1,36 persen. Jika diasumsikan inflasi APBN-P 2010 sebesar 5,3 persen, maka kenaikkan TDL sebesar 10 persen dapat menyebabkan realisasi inflasi mencapai 5,93 persen. Perkiraan ini lebih besar dari yang diperkiraan oleh Bank Indonesia (BI). BI sendiri memperkirakan hanya sampai 5,5 persen saja. Tapi semua prediksi juga tergantung pada kebijakan lanjutan yang dikeluarkan pemerintah, apakah pro terhadap stabilitas harga barang dan jasa atau kontraktif terhadap stabilitas harga barang dan jasa. Bagi rakyat kecil angka-angka tersebut tidaklah begitu penting. Entah itu nol persen entah itu 100 persen bagi rakyat kecil asalkan harga beras dan kebutuhan pokok lainnya mampu terbeli saja sudah cukup.

Kenaikkan TDL memang tidak langsung dirasakan oleh rakyat kecil karena mayoritas pelanggan rumah tangga hanya menggunakan 450 VA – 900 VA yang tidak termasuk kategori yang dinaikkan. Namun sebagai konsumen kecil rakyat tetap saja merasakan beban dari kenaikkan TDL. Pada kenyataannya harga-harga kebutuhan pokok sudah mulai merangkak naik. Menjelang bulan ramadhan harga beras rata-rata naik 15-20 persen, di beberapa pasar harga petai saja menyamai harga daging ayam, terlebih harga cabai yang sudah lebih awal melambung tinggi. Hal ini tentu tidak seperti yang digembar-gemborkan pemerintah sebelumnya bahwa naiknya TDL tidak berpengaruh banyak terhadap harga barang dan jasa.


Ketidak“bijakan” Publik

Sebuah kebijakan yang tidak bijak telah dikeluarkan. Kebijakan ini tentu pantas dipertanyakan. Salah satu pertanyaan yang harus dijawab adalah “mengapa kebijakan ini keluar menjelang bulan ramadhan?”. Semua tahu bahwa setiap menjelang hari raya akan terjadi kenaikan harga bahan pokok. Namun pemerintah sepertiya tidak tahu atau tidak mau tau tentang hal ini. Alhasil tudingan akan adanya kesepakatan jahat antara eksekutif dan legislatif seperti yang disampaikan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Kompas, 1/7/2010) semakin mencuat ke permukaan. Ya, sebagai lembaga yang berfungsi sebagai pengawas pemerintah, DPR dinilai tidak membawa aspirasi rakyat karena meloloskan kebijakan kenaikkan TDL diwaktu yang tidak tepat. Penulis sendiri bertanya 'apakah mungkin ini sebuah kesengajaan, sehingga saat barang dan jasa naik pemerintah tinggal bilang “itu efek bulan ramadhan”?

Kenaikan TDL tidak seperti kenaikan harga BBM yang langsung dirasakan dampaknya. Namun multyplier effect dari kebijakan ini tidak hilang. Pelan-pelan dampak ikutan akan dirasakan pula oleh masyarakat. Para ahli sendiri memrediksikan dampaknya akan baru terasa saat lebaran usai karena saat ini industri sedang disibukkan dengan kegiatan memproduksi barang kebutuhan ramadhan.

Pemerintah semestinya mampu berbenah diri. Perbaikan kebijakan energi merupakan solusi yang tidak terbantahkan. Prioritas alokasi penggunaan gas alam tentu harus dikaji ulang. Negosiasi ulang penjualan energi primer hanyalah salah satu langkah awal, selain itu perbaikkan dan pembangunan infrastruktur harus diupayakan dengan sebaik-baiknya. Ingat, negara memiliki kewajiban memanfaatkan sumber daya alam yang ada yang kemudian digunakan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahterakan rakyatnya.

Kebijakan yang tepat seyogyanya mampu memilih waktu yang tepat. Kebijakan menaikkan harga TDL pun seyogyanya diikuti dengan kebijakan lain yang dapat mereduksi efek negatif yang muncul. Misalnya saja kebijakan ini didahului atau setidaknya dibarengi dengan kebijakan yang mampu menguatkann daya beli masyarakat. Sehingga rakyat tidak merasa terberatkan oleh naiknya harga ini itu. Jangan sampai TDL naik, barang dan jasa ikut naik, namun rakyat tetap terinjak-injak berada di bawah.

Minggu, 11 Juli 2010

Belajar dari Cowboys in Paradise

By Adi Panca | At 12.54.00 | Label : , , | 3 Comments

Akhir april 2010 publik dihebohkan dengan film yang berjudul Cowboys in Paradise. Film dokumenter garapan Amit Virmani ini mengusung tema sex-tourism dengan mengisahkan bagaimana kehidupan gigolo di Bali. Tidak diketahui dengan pasti motif sutradara dari Singapura itu dalam pembuatan film ini, namun film ini menjadi pukulan telak masyarakat Bali dan kepariwisataan Indonesia pada umumnya. Berbagai bentuk protes masyarakat Bali terhadap film ini terus berlangsung karena film ini dianggap mencemarkan nama baik sekaligus memrosotkan pamor pariwisata Bali di mata internasional. Hal ini tentu saja berpengaruh pada bisnis pariwisata nasional karena Bali merupakan salah satu tempat wisata andalan Indonesia yang paling banyak menyerap turis baik lokal dan mancanegara.

Pertanyaanya, apakah benar ada cowboys di Bali? Secara teori, setiap daerah tujuan wisata akan menimbulkan segala macam potensi transaksi. Baik itu transaksi yang bernilai positif seperti jual beli makanan, jasa transportasi, telekomunikasi, dan lain-lain juga transaksi bernilai negatif seperti pelacuran, jual beli obat-obatan terlarang, dan lain-lain. Adanya demand dan supply merupakan hal alami yang muncul. Jadi potensi seperti itu bukan hanya ada di Bali, tetapi juga tempat-tempat lain yang menjadi tujuan pariwisata, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (Jogja). Respon publik sekitar yang akan menentukan apakah potensi itu akan muncul atau akan tenggelam. Budaya permisif, pengawasan minimalis, ketidakpedulian sosial adalah beberapa respon publik yang mampu menumbuhkan potensi negatif tersebut.

Berbagai macam spekulasi bermunculan mananggapi kasus ini. Spekulasi yang menarik adalah adanya negative-competition dalam persaingan pasar pariwisata. Spekulasi ini sangat beralasan. Pembuatan film yang kontroversial ini selain tidak berizin juga dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Terlebih kewarganegaraan Singapura, yang tentunya merupakan kompetitor Bali dalam dunia pariwisata, yang dimiliki Amit Virmani menjadi nilai penguat spekulasi ini. Saat ini muncul kekhawatiran dari masyarakat sampai pada pemerintah daerah akan terjadinya penurunan jumlah turis yang berkunjung ke Bali. Meskipun demikian kekhawatiran ini belum terbukti. Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang yang membenarkan adanya penurunan jumlah pengunjung.

Sikap pro-aktif memang sudah seharusnya ditunjukan oleh pemerintah. Namun kebijakan yang kurang tepat justru akan semakin manambah dampak buruk. Adanya razia yang dilakukan oleh satgas pantai Kuta bisa jadi memiliki tujuan yang baik, namun sangat disayangkan jika implementasinya dapat mengganggu kenyamanan turis yang sedang menikmati keindahan Pantai Kuta. Hal ini tentu menjadi point negative pelayanan pariwisata. Respon publik yang baik tentu adalah respon yang dilandasi pada permasalahan yang ada. Jadi antara masalah dan penyelesaian benar-benar mempunyai titik temu sehingga respon kebijakan adalah bentuk penanggulangan yang efektif dari sebuah permasalahan. Dalam masalah ini Thailand bisa menjadi contoh. Thailand menghadapi gejolak politik yang tak kunjung baik bahkan berpotensi akan adanya kerusuhan, namun kepariwisataan Thailand tidak lelahnya melakukan promosi dengan slogan Amazing Thailand-nya. Dalam promosinya, Amazing Thailand menawarkan segala macam keindahan, keamanan dan kenyamanan, sehingga para turis tidak perlu khawatir dengan gejolak politik di negeri Gajah Putih tersebut. Hasilnya, meskipun potensi kerusuhan politik siap meledak di Thailand namun Thailand tetap menjadi tujuan pariwisata dunia.

Masalah yang muncul dari film ini bukan hanya menjadi tanggungan lokal Bali tetapi menjadi tanggungjawab nasional mengingat Bali merupakan salah satu ikon pariwisata nasional. Belum lama sebelum kasus ini mencuat Indonesia sebenarnya telah mendapatkan pandangan positif dari internasional dengan keberhasilan dilumpuhkannya teroris. Ini adalah modal besar bagi Indonesia untuk membuang jauh persepsi buruk internasional terhadap Bali dan terhadap Indonesia pada umumnya. Hal yang perlu dilakukan tentu dengan terus meyakinkan masyarakat international bahwa Indonesia nyaman, Indonesia aman, dan Indonesia menawarkan keindahan alam bukan sex-tourism baik itu melalui iklan dan promosi maupun dengan perbaikan pelayanan pariwisata yang diberikan. Pemerintah Indonesia semestinya mampu merespon masalah ini dengan baik.

Jogja seyogyanya mampu mengambil pelajaran dari kasus ini. Bukan tidak mungkin Jogja akan mendapatkan isu tak sedap seperti ini sehingga menggoyahkan sektor pariwisata Jogja. Karena sebagai salah satu tujuan pariwisata Jogja juga memiliki potensi timbulnya transaksi bernilai negatif. Pemahaman situasi-kondisi dan pengambilan kebijakan adalah kunci untuk menciptakan pelayanan yang baik, rasa aman, rasa nyaman, terhadap turis sehingga tumbuh kepercayaan dalam diri turis untuk mengajak orang lain mengunjungi Jogja.


Oleh : Adi Risza Rosadi


- Harian Jogja 06/05/10 -

Kamis, 18 Maret 2010

Pidato Obama dengan Bahasa Indonesia

By Adi Panca | At 14.22.00 | Label : , | 3 Comments
Akhir-akhir ini Indonesia lagi diributin tentang aksi densus 88 yg lagi mburu teroris, entah karena mencoba nutup-nutupin kasus century ato kebetulan Presiden Obama mau "pulang kampung"? (sebenernya aku ga setuju di bilang pulang kampung, la wong di Indonesia cuma berapa hari doang). Nah, menjelang kedatangan Obama pun banyak pro dan kontra. Ada yang mendukung, ada yang benar-benar menanti, ada yang cuek aja, ada juga yang menolak. Nah sebelum kita memilih opsi mendukung ato menolak kedatangan Obama, yuk kita tonton pidato' Obama' yg sepecial menggunakan bahasa Indonesia yg direkam oleh Metro TV. Karena di sini ia mengomentari semua keadaan yang ada di Indonesia, terutama yg punya hubungan dengannya.




Selasa, 09 Maret 2010

Demokrasi Anarkis

By Adi Panca | At 15.19.00 | Label : , , | 1 Comments
Indonesia terus belajar demokrasi. Dari demokrasi semu ala orde baru sampai demokrasi super liberal ala reformasi. Adanya stigma bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan paling baik menjadikan tuntutan demokrasi, khususnya di Indonesia, kian kuat. Salah satu nilai yang terkandung dalam demokrasi adalah diberikannya hak menyampaikan pendapat kepada masyarakat. Artinya jika warga negaradapat secara bebas menyampaikan aspirasi, opini, pendapatnya maka negara itu merupakan negara demokratis. Tapi jika tidak akan ada cap bahwa negara tidak demokratis. (Aduh nggak biasa aku pake kata2 aneh kaya gini, tapi lanjut dah...)

Nah, salah satu cara menyampaikan pendapat adalah lewat demontrasi. Segala macam unek-unek rakyat sampaikan dengan demontrasi. Namun sayangnya setiap kali demo, udah capek teriak-teriak, kepanasan, keanginan, keujanan, haus, laper lagi (pengalaman pribadi, hehehe....) eh ternyata ga direspon ama penguasa.
Akhirnya gerakan pun berkembang ke arah yang lebih mencuri perhatian, ya minimal biar di liput media masa dulu lah, perbanyakin ajak orang yang demo terus negosiasi sama satuan penjaga kemanan (entah polisi atau apapun), "pak ntar dorong-dorongan sedikit ya, biar agak rame...". Namun sayang beribu sayang, yang tadinya boongan, eh jadi beneran. Akhirnya bentrok secara nyata nggak terhindar. Tapi ternyata ada untungnya, media jadi lebih semangat nyoror yang lagi jotos-jotosan.

Mulai saat itulah sebuah pemahaman baru dimulai. Demontrasi klo nggak bisa bawa massa banyak ya buat ribut aja.

Tapi bukan itu kawan masalah utamanya. Masalahnya adalah saat menyampaikan pendapat di"tegakkan" namun nilai menghargai pendapat orang lain disisihkan, maka timbulah sebuah hukum rimba, yang kuat yang menang. Saat berargumen tentu sebenarnya dapat dilihat siapa yang paling kuat, dari data dan fakta yang digunakan, dari teori yang disispkan akan membuat argumen seseorang itu kuat. Tapi balik lagi, ketika menilai pendapat orang lain dengan telinga tertutup dan menganggap lidahnya adalah lidah wali, maka kekuatan fisik dirasa akan lebih efektif untuk menyelesaikan masalah. Tidak lain dan tidak bukan demokrasi yang diperjuangkan menjadi sebuah arena ring tinju.

Kita tentu sudah tidak asing melihat anggota DPR yang saling hantam, demonstran yang merusak fasilitas publik, pemain bola yang menjadi petinju di lapangan, hanyalah sebuah contoh kecil yang menunjukan bahwa menyampaikan pendapat dengan otot akan lebih cepat selesai dari pada omong doang. Pertanyaanya sampai kapan kita maen pukul hanya gara-gara beda pendapat? Sampai kapan berhenti berkelahi yang katanya atas nama rakyat tapi sebenernya memperjuangkan kursi yg jua tak dapat? Apa mungkin ini tujuan sebenernya demokrasi yang katanya bermartabat? Ah ini hanya sebuah curhat....

Selasa, 20 Oktober 2009

Pelantikan Presiden SBY

By Adi Panca | At 17.11.00 | Label : , | 0 Comments
Wah akhirnya, SBY dilantik lagi jadi presiden periode 2009-2014. Ya, setelah menjabat pada periode 2004-2009, SBY diberi kesempatan lagi buat me-"LANJUTKAN" program-programnya di masa baktinya yang kedua dan dengan dilantiknya beliau pagi tadi maka resmilah sudah berakhirnya masa jabatannya di periode ssebelumnya (yang berdampingan dengan Jusup Kala) berganti ke periode baru (pasangan ma Budiono).

Ceritanya tadi pagi liat pidato pertama SBY. Ya, masih sangat normatif banget sih, tapi aku maklum. Soalnya dari waktu aja nggak banget kalo dijentrengin satu demi satu program pemerintah yang baru. Terus kalo yg diutarakan hal-hal yang membosankan ya ntar pada bobo deh yang hadir.

Ada tiga inti isi pidato pertama SBY. Yakni:
membangun demokrasi, keadilan dan kesejahteraan. Yg dua akhir kayak partai politik tertentu ya? Hehehe... Membangun demokrasi mesti dijelaskan lebih lanjut pak, demokrasi yang seperti apa? Soalnya demokrasi dari Romawi (bener nggak sih???) nggak cocok diterapin di negara kita. Negara kita kan multi etnis. Kalo masalah keadilan dan kesejahteraan sih aku dapet kata-kata bagus. "Kesejahteraan tidak akan terwujud tanpa keadilan".

Yang lucu adalah Pak Kemas, ketua MPR kita, neh ko banyak yg salah dalam pengucapan ya? Ada yang bilang alasannya sakit, ada yang bilang lagi alasannya udah tua, dll. Tapi kalo menurutku sih pak Kemas grogi ato merasa bersalah karena Istrinya kagak dateng. Hehehe...

Yg pasti aku hanya bisa berharap esok Indonesia akan lebih baik.

Rabu, 14 Oktober 2009

Miyabi Batal Ke Indonesia

By Adi Panca | At 06.53.00 | Label : , , | 0 Comments
Setelah ikut berdebar-debar, karena Maria Ozawa - si bintang hot dari Jepang - mau dateng ke Indonesia, akhirnya ikut seneng aja deh karena ternyata Miyabi nggak jadi ke Indonesia. Seneng ini mikirnya bukan karena diri sendiri bung, tapi buat generasi muda. Wah udah tua neh. Hahaha...

Yup..! Klo diri ini sih udah kadong rusak (insa Alloh deh memperbaiki diri). Tapi buat anak-anak kecil, waduh jangan sampe deh generasi penerusku nanti juga lebih tambah rusak karena jadi penggila porno.

Ya syukur deh akhirnya kemaren pihak pembuat film ma pemerintah udah sepakat nggak jadi dateng ke Indonesia. untuk lengkapnya baca aja deh di sini---->>>

Eh Foto di atas itu bener maria ozawa bukan ya???

Rabu, 08 April 2009

Hasil Pemilu Legislatif 9 April 2009 (Prediksiku)

By Adi Panca | At 21.25.00 | Label : , | 13 Comments


hasil-poling

Besok tanggal 9 nyontren, siapa ya yang menang...??? HUFF… saya tidak bermaksud menjadi ahli ramal, atau pun menjadi bagian dari anggota Lembaga Survey tertentu. Namun just mencoba memproyeksikan saja, partai mana saja yang akan paling banyak mendapatkan suara. Nah, beberapa bulan yang lalu saya memasang polling di blog saya ini termasuk juga diblog saya yang satunya lagi. Pertanyaanya sama, “partai manakah yang anda yakini mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik”. Dan inilah hasilnya…diatas ntu..!


Apakah hasil di atas dapat di jadikan acuan? Tentu tidak. Hal ini dikarenakan hasil di atas hanya berupa polling yang dilakukan kepada para pengguna internet yang nyasar di Blogg-ku. Sedangkan masyarakat non pengguna internet, atau pengguna internet yang tidak mampir ke blogg-ku tidak terjamah. Tapi marilah kita prediksi, meskipun kemampuan saya masih sangat kurang, namun saya mencoba berusaha menggambarkan apa yang akan terjadi pada pemilu 9 april nanti.


Hal yang luar biasa di capai oleh PKS, dari hasil poling mereka mencapai titik 40 %. Apakah mereka benar-benar akan mencapai titik tersebut? Jawaban saya adalah “TIDAK”. Hasil poling mencapai angka 40 % adalah karena poling ini dilakukan dengan menggunakan media internet dan pengguna internet rata-rata masih para pelajar dan mahasiswa yang notabenenya memang sumber suara partai berhaluan islam ini. PKS memang terus menunjukan diri sebagai partai yang bersih, dan inilah kekuatan yang dimiliki PKS untuk dipilih oleh rakyat. Namun PKS sampai saat ini tidak memiliki tokoh central yang kuat. Penokohan Hidayat Nurwahid belumlah sekuat tokoh central yang ada di Parpol-parpol lain. Inilah yang menjadi titik lemah PKS, meskipun memang dilain sisi hal ini adalah merupakan kekuatan tersembunyi. Saya mencoba berprediksi PKS hanya akan mencapai titik 13-15 % suara artinya kurang 5-7% dari target mereka. Kecuali jika mereka mampu mencapai level grassroot yang menjadi basis partai-partai besar seperti Golkar dan PDIP.

PDIP memperoleh 4,2%. Apakah itu mungkin? Mungkin aja, tapi kecil. Pada poling di blog saya PDIP hanya mencapai 4,2% karena memang lumbung suara PDIP ada di grassroot. Namun jika mencermati langkah politik PDIP, ternyata PDIP melakukan blunder. Yakni pada kasus BLT. Mereka menolak BLT, padahal para pemilih PDIP adalah kebanyakan butuh dan menerima BLT. Dari kasus ini saya memprediksikan suara PDIP turun 2-5%. Berkisar antara 15-17% suara saja. Keunggulan mereka ada pada tokoh central Megawati.

Golkar mereka 2,8% suara. Fenomena pemilih Golkar pun hampir sama dengan PDIP. Bedanya Golkar tidak melakukan blunder politik melainkan suara mereka akan tersedot oleh Demokrat, Hanura, dan juga Gerindra. Hal ini tentu disebabkan adanya perpecahan tokoh-tokoh Golkar. Yang teranyar adalah ketika Sultan Jogja ngambek karena pencalonannya menjadi presiden tidak di dukung Golkar. Kelemahan kedua, saat ini pun penokohan Jusuf Kala masih belum bisa dikatakan berhasil. Keadaan ini membuat saya berprediksi bahwa Golkar akan melorot menjadi 17-19 % saja.

Gerindra dan Demokrat sama-sama memperoleh 14,2% suara. Manuver hebat yang dilakukan oleh Gerindra dan juga program-program yang cukup baik membuat partai ini menjadi pusat perhatian oleh pemilih. Penokohan Prabowo Subianto pun dapat dikatakan berhasil. Luar biasa! Kelemahan partai ini hanyalah masih bau kencur saja. Sehingga masih butuh kepercayaan mendalam dari pemilih. Prediksi saya mereka akan mencapai angka 6-8% dipemilu nanti.

Sedangkan Demokrat, mereka diuntungkan karena demokrat memiliki SBY. Sehingga saya sendiri menilai ini bukan partai demokrat tapi partai SBY. Tidak bisa dibilang tidak jika dikatakan SBY saat ini menjadi tokoh paling populer mengalahkan hampir semua calon presiden yang lain. Sebagai incumben tentu mereka memiliki modal besar untuk meraih simpati rakyat. Selama ada SBY, Demokrat akan menjadi partai yang besar. Angka 9-11% pun kemungkinan dapat diraih. Namun bisa jadi mereka dapat memperoleh suara 14-17 % dan menjadi pemenang dalam pemilu legislatif 2009. Tergantung bagaimana mereka menjaga momentum.

PAN 4,2%,. Pergantian dari Amin Rais ke Sutrisno Bachir sebenarnya menimbulkan masalah yang tidak kasat mata. Masalah itu tentu akan berpengaruh pada perolehan suara PAN nantinya. Namun dengan slogan “hidup adalah perbuatan”nya dan perbuatan adalah beriklan, Sutrisno bachir mencoba menjadi tokoh baru dari PAN. Berhasilkah? Saya memprediksikan 4-6% suara milik PAN.

PKB 2,8% suara. Hilangnya Gusdur dari PKB tentu akan sangat banyak berpengaruh pada perolehan suara PKB. Hal ini dikarenakan Gusdur adalah tokoh dari kesuksesan PKB saat ini. Singkat saja prediksi saya mereka akan merosot suaranya menjadi 4-6% suara saja.

Lain-lain 17,1%. Hal yang paling menarik dari pemilih lain-lain adalah 50% dari mereka mencatatkan nama PKI (partai komunis Indonesia). Ini artinya jika partai komunis Indonesia yang sudah dilarang ini masih ada dan ikut dalam pemilihan umum 2009 mereka akan mendapatkan sekitar 8,5% suara. Saya sendiri memprediksikan mampu mendulang 10% suara.

Dan inilah hasil prediksi saya yang tidak memakai perhitungan yang njlimet, tapi hanya menggunakan analisa sederhana saja.




prediksi-2009


maaf kemaren grafik/gambarnya salah jadi aku ganti


Partai di atas otomatis lolos parliemantary threshold. Lalu partai lainnya akan berebut 10% suara sisa untuk dapat lolos ambang batas. Saya berprediksi yang akan meramaikan adalah partai Hanura, PBB, PDS, dan PBR. Sedangkan yang lainnya saya prediksi sebagai penghibur pemilu 2009 saja. Artinya kemungkinan mencapai suara minimal akan sangat sulit.

Wallohu’alam Bishowab…

Senin, 06 April 2009

Memilih Caleg Yang Baik

By Adi Panca | At 20.40.00 | Label : , | 0 Comments
Ngelanjutin yang sebelumnye nih…
Kemaren kan aku bilangin bahwa sikap caleg/Parpol itu tercermin dari bagaimana cara dia berkampanye. Nah jadi… sebelum memilih, maka kita menilai dulu kompetensi, sikap, de el el dari caleg/Parpol kita melalui mengamati cara dia berkampanye. (Tapi saya lupa, dari mana saya dapet ide sebagus ini. Kalo nggak salah saya baca selembar kertas di Masjid Apung UGM deket jembatan Macdonald deket teknik itu loh… tau?)

Nah ini nih cara mencermatinya….
Kalo pas kampanye Parpol/Caleg nggak bisa ngatur massanya, peserta kampanyenya semrawut, gak tertib, maka lebih baik pikir ribuan kali deh buat milih Parpol/Caleg ini. Ngurus massa kampanye aja ga becus, apa lagi ngurus negara yang gede.
Kalo pas kampanye Parpol/Caleg selalu mempertontonkan musik dangdut ato yang hiburan lainnya yang mengedepankan erotisme, penyanyinya ga pake baju, menjurus pornoaksi, mending jutaan kali deh berfikir buat memilih Parpol/Caleg ini. Soalnya kemungkinan besarnya adalah kalo dah jadi pemimpin mereka akan membawa kita kebobrokan moral, perontokan nilai-nilai agama, dan melanggar undang-undang tentunya.
Kalo pas kampanye Parpol/Caleg sering bagi-bagi duit, mending pikir bener-bener deh pake otak, pake akal sehat. Nggak mungkin kan mereka mau rugi? Yang ada mereka pengen balik modal, artinya kemungkinan besar jadi koruptor, menggerogoti duit rakyat.
Kalo pas kampanye Parpol/Caleg sering banget nyari-nyari kekurangan dan kesalahan orang lain, mending suru ke laut aje deh tu Parpol/Caleg. Soalnya mereka cuma mencoba nutupin kelemahan dan kebobrokan diri sendiri. Bahkan neh, biasanyo… mereka tu lebih buruk dari yang diomongin keburukannya. Busyet deh…
Kalo pas kampanye Parpol/Caleg sering berjanji ini itu tapi tidak memiliki program yang jelas, malah bisanya cuma ngritik program yang dimiliki orang lain, mending disimpen aja deh niat memilihnye. Soalnye nih, kalo dipilih yang ada cuma bisa utang janji, urusan nepatin: “meneketehe…!”. La wong dia nggak punya program bwt menang ko?!

Lalu bagaimana jika Parpol/Caleg kita kali ini semuanya seperti di atas? Mudahnya pilih yang paling sedikit yang kayak di atasnya ntu. Misalnya cuman opat, tapi kalo ada yang bersih dari itu semua, hmmm… itu yang paling siap jadi pemimpin Indonesia. Pilih lah mereka yang bener-bener ingin berjuang demi rakyat..! Semoga hasil pilihan kita nanti adalah bener-bener orang yang amanah… Amin…

Tiap Hari, Ikut Kampanye...?!

By Adi Panca | At 11.43.00 | Label : , , | 1 Comments
Musim kampanye.... Fiuh...capek deh kalo tiap hari ikut kampanye.... Kader bukan, simpatisan bukan, dibayar juga nggak... Tapi tiap hari mesti kudu ikutan kampanye... Yupz, tiap hari aku terjebak apa yang namanya arak-arakan kampanye partai politik. Dua kali didaerah Bantul, berkali-kali di Kota Jogja...

Di Bantul, habis dari Manding (baru ngadain pra survey bwt penelitian) eh... ketemu ma PDIP. Panjang banget barisannya... tapi untung aja ada mobil ambulans, ya udah aku ngikutin aja tu mobil dibelakangnya. Slamet deh ga kejebak lagi... Lurus terus...!


Eh, pas melakukan penelitian benerannye, ketemu ma arak-arakkan PPP. Ko agak, bukan agak sedikit tapi agaknya banyak, brutal ya. Akhirnya aku ma temenk coba cari jalan supaya ga kena tu parade motor yang bunyinya mecahin gendang telingaku. Hampir aja nyasar, tapi bumi memang bulat. Hehehe...

Di Kota Jogja...

Waduh, banyak banget deh kalo di sini mah. Sampe bosen banget dah. Mulai dari PKS (tapi untung ga ketemu arak-arakannya), Demokrat, sampe ketemu PPP lagi. Nah yang terakhir tuh bener-bener ikut kampanye PPP. Habis dari Mandala krida sampe Gembira Loka ga bisa nglepasin dari dari barisan. Penuh tuh jalan... Capek deh...

Tapi sebenernye kampanye yang ada arak-arakan motor, bunyinya bikin sesek telinga lagi, itu buat apa sih? Ya, kalo yang saya ngerti sih bwt nunjukin ma lawan-lawannya, bahwa "pendukung saya neh, lebih banyak dari pendukung lu!". Tapi kan sama ja, mereka yang ikut kampanye belum tentu nyontreng tu caleg. Ah, tapi setidaknya bisa bikin shock therapy ma lawan-lawannya...

Tapi saya tetep berharap, semoga besok-besok kampanye parpol atau pun calegnya adalah kampanye yang cerdas, kampanye yang memiliki visi dan misi yang jelas. Karena kampanye kan sebenernya menggambarkan bagaimana tokoh tersebut nantinya...

bersambung... hehehehe....

Jumat, 03 April 2009

PDIP, Plin-Plan banget seh???

By Adi Panca | At 20.13.00 | Label : , | 4 Comments
Kita sudah sering melihat bagaimana PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) selaku partai oposisi sangat getol sekali menentang, mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah. Terlebih lagi kebijakan mengenai BLT (bantuan langsung tunai). PDIP menganggap bahwa kebijakan BLT tidak solutif, merendahkan rakyat, dan bahkan hanya membuat rakyat semakin sengsara.
Akan tetapi iklan terbaru partanya Bu Mega ini ternyata mencantumkan BLT di dalamnya. PDIP mengklaim dirinya telah turut mensukseskan proses pembagian BLT dengan cara mengawal proses pembagian BLT.
Bukankah PDIP dulu sangat menentang adanya BLT? Kenapa tiba-tiba sekarang ko jadi ikut mensukseskan geto???
Hmm… ternyata langkah politik PDIP menolak BLT menjadikan boomerang yang siap mencabik-cabik tubuhnya. Kita semua sebenarnya tahu, siapa seh masyarakat warga negara Indonesia yang ogah dikasih duit cuma-cuma. Meski harus berjubal, berdesak-desakkan, tapi demi mendapatkan 300 ribu rupiah, akan dilakukan masyarakat kita. Terlebih lagi masyarakat yang berada pada lapisan grassroot, yang notabenenya adalah masa dari PDIP.
Tentu hal ini tidak sejalan dengan pemikiran salah satu Putri almarhum Soekarno itu yang begitu gencar melakukan serangan aksi menolak BLT. Apa yang terjadi? Bisa diramal sendiri, pemilih PDIP akan banyak berkurang, berpindah ke rival abadinya, Golkar atau pun Demokrat yang telah menjadi penguasa, aktor adanya BLT. Menyadari hal ini akhirnya…. PDIP mengubah gaya bicaranya melalui iklan terbarunya.
Idealisme??? Buang sejauh-jauhnya…!

Minggu, 08 Maret 2009

Golput Haram??? So What Gitu Loh?!

By Adi Panca | At 20.49.00 | Label : , | 0 Comments
Disuatu hari, menantu Rasululloh, Ali bin Abu Tholib sedang duduk-duduk di depan sahabat-sahabatnya. Kemudian pada saat Ali hendak meneguk segelas air, Ali berdiri, lalu beliau berkata “aku tidak akan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Alloh dan aku tidak akan menghalalkan apa yang diharamkan-Nya. Dan Rosululloh tidak pernah melarangku meminum air sambil berdiri karena beliau pun pernah melakukannya.

Isu yang paling membuatku pengen tertawa, jengkel, terkadang mual, pengen muntah adalah isu pengharaman Golput oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sepertinya MUI sekarang lagi latah, setelah kemaren-kemaren MUI-nya Malaysia mengharamkan Yoga buat muslim di sana, MUI pun tidak mau kalah, mereka sekarang banyak mengeluarkan fatwa, padahal sebelumnya mandul. Salah satu fatwa MUI adalah mengharamkan Golput.

Pertanyaannya, kenapa Golput mesti haram? Dari beberapa sumber yang saya baca (kalo misalnya salah berarti sumber yang say abaca gak valid), isu ini awalnya berasal dari pendapat PBNU yang diamini oleh ketua MPR, Hidayat Nurwahid. Kemudian pendapat itu diusulkan ke MUI untuk dijadikan fatwa. Ada pun salah satu alasan (yang katanya paling kuat) kenapa Golput haram adalah berkenaan dengan kepemimpinan. Kita hidup bernegara harus memiliki seorang pemimpin, tanpa pemimpin maka akan terjadi anarkisme. Tidak memilih atau Golput berarti menciptakan anarkisme. Begitu kira-kira jika pendapat itu saya jabarkan menurut kata-kata saya sendiri. Agghh, aku tidak peduli apa pun pendapat mereka.

Jika kita memperhatiakan apa yang dikemukakan Ali di atas, maka sebuah fatwa harus memiliki dasar yang kuat dari Al qur’an dan As Sunah. Jika Golput haram, maka alasannya harus berlandaskan pada Al Qur’an dan As Sunah. Misalnya saja haramnya babi, maka apapun makanan yang mengandung babi maka makanan itu haram. Atau riba, bagaimana pun prakteknya jika itu termasuk riba maka itu haram. Lalu bagaimana dengan golput???


Menurut hemat saya, fatwa MUI yang mengharamkan Golput tidak cukup kuat. Alasan saya adalah fatwa tersebut tidak memiliki landasan yang jelas dalam Al Qur’an dan As Sunah dan alasan yang digunakan MUI tidak cukup kuat untuk menyokong fatwa tersebut. Kenapa saya bilang alasan MUI itu lemah? Pertama, saya memang setuju jika tanpa seorang pemimpin entah itu dalam suatu negara (yang lingkupnya besar maupun dalam keluarga yang lingkupnya kecil), maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Anarkisme salah satunya. Namun seorang pemimpin tidak harus dipilih oleh semua penduduk di negara tersebut. Kedua, jika Indonesia memang mengaku sebagai negara yang menganut paham demokrasi, bukankah seharusnya ada kebebasan untuk memilih?! Dan menjadi Golput adalah salah satu pilihan.
Melihat jauh ke belakang, Nabi Adam As menjadi kholifah di muka bumi tidak dipilih oleh malikat dan makhluk Alloh lainnya, bahkan ditentang oleh iblis. Tetapi Adam berhasil membuktikan diri menjadi pemimpin. Muhammada Saw, tidak pernah dipilih oleh orang-orang quraisy (jangankan dipilih, orang-orang quraisy malah memerangi beliau), bahkan orang-orang terdekat pun tidak memilihnya menjadi pemimpin. Namun dengan segenap ketaqwaan yang dimilikinya, Muhammad menjelma menjadi pemimpin yang luar biasa.
Ok, kita maklumi saja, karena Adam dan Muhammad adalah seorang nabi. Tapi coba lihat Soekarno, Hatta, Bung Tomo, Cut Nyak Dien, Jendral Besar Sudirman, dan masih banyak lagi pemimpin-pemimpin dari negeri ini yang menjadi pemimpin tanpa harus melalui pemungutan suara. Tidak lain dan tidak bukan hal ini dikarenakan mereka adalah seorang “pejuang”. Pejuang yang memperjuangkan rakyatnya, pejuang yang tidak pernah mementingkan dirinya sebagai presiden, seorang jendral, dan jabatan-jabatan lain yang hanya bersifat sebagai “kostum” saja. Tidak seperti para calon presiden yang ada saat ini, berjuang hanya untuk merebutkan kursi empuk diistana bogor.
Yang terjadi saat ini adalah lunturnya kepercayaan kepada pemerintah. Gimana nggak luntur coba? Alternatif presiden aja itu-itu tok, yang sudah gagal membawa Indonesia ke keadaan yang lebih baik. Anggota dewan yang terpilih udah nggak inget lagi ma rakyatnya, yang dipikirin gimana cara cari duit yang banyak aja. Korupsi, kolusi, nepotisme sudah menjadi hal yang menyebalkan untuk diperdebatkan. Hal itu sudah lumrah, gak mempan ma hukum.
Nah makanya untuk mengajak rakyat supaya nggak golput tuh sebenernya mudah, yakni dengan memperbaiki sikap, akhlaq, kinerja, dan juga kapasitas dan kompetensi diri. Dengan cara seperti itu rakyat akan tergerak memilih. Nggak harus ditakut-takutin ma dosa. Nggak milih = dosa. Buktikan aja kalo misalnya kamu-kamu yang duduk dikursi empuk itu bener-bener berjuang demi rakyat.

Oh iya, sekedar mengingat kembali, golput sendiri kan ada beberapa alasan:


Golput administratif, misal nggak dapet undangan nyontreng, nggak masuk DPT, dll
Ada masalah teknis atau kejadian lain yang sifatnya tidak bisa diganggu gugat, misal pekerjaan yang susah sekali ditinggalkan, nggak kerja nggak makan. Atau kecelakaan terus di opname, lagi operasi jantung, dll
Ini lebih mengarah rasa manusia nih. Yakni adanya rasa ketidak percayaan kepada pemerintah. Nah ini nih yang lagi banyak di negara kita
Kebalikan nomer 4, yaitu saking percayanya ma pemerintah. Kata orang-orang sih masyarakat Amerika kenapa banyak golputnya salah satu alasannya adalah ini
Nah ini yang paling ekstrim. Udah nggak peduli. Apatis! Mau ganti presiden kek, mau ganti negara kek, yang penting gue bisa menikmati hidup. Nge-fly kaya burung…

Apa yang dilakukan MUI dengan mengeluarkan fatwa haram kepada Golput disinyalir hanya sebuah politik fatwa saja. Fatwa tersebut adalah untuk mensukseskan pemilu 2009 ini. Saya rasa fatwa tersebut tidak akan berpengaruh banyak terhadap fenomena golput. Mereka akan tetap banyak dan semakin banyak dan semakin banyak.

Anda Golput??? Saya termasuk Golput administratif karena tidak masuk dalam DPT!!!

Jumat, 19 Desember 2008

Presiden Amerika, George W Bush Dilempar Sepatu (lihat videonya juga)

By Adi Panca | At 09.05.00 | Label : , | 0 Comments
Kunjungan perpisahan Presiden Amerika Serikat, George Walker Bush, ke Irak sepertinya tidak akan pernah terlupakan. Alih-alih mendapat momen berkesan, sebaliknya Bush dihadiahi lemparan sepatu oleh seorang pria yang diidentifikasi seorang koresponden media televisi setempat. Pria yang memiliki nama Muntazer al-Zaidi yang merupakan reporter chanel Al-Baghdadia sontak langsung diamankan pihak Paspampres Irak dan AS. Sampai artikel ini ditulis keberadaan Muntazer belum diketahui.

Peristiwa ini sendiri terjadi saat Bush menggelar konferensi media dengan Perdana Menteri Nouri Al-Maliki. Bush menundukan kepalanya untuk menghindari dua sepatu yang menyerangnya. Beruntung tidak ada satupun yang mengenai wajahnya. Tapi lebih beruntung lagi, karena yang dilemparkan hanya sepasang sepatu bukan granat.

Di Irak sendiri, sepatu merupakan penghinaan paling besar. Adanya insiden ini tentu sangat membuktikan bahwa masyarakat Irak sendiri sudah sangat membenci Bush. Bush yang mengibarkan bendera perang di Irak, selain mendapat kecaman dari warga Irak dan masyarakat di negara-negara lain, sebenarnya juga mendapat kecaman dari warga Amerika sendiri. Terbukti setelah insiden ini terjadi, di Amerika terjadi aksi pelemparan sepatu terhadap boneka berwajah Bush yang memakai seragam tahanan.

Video insiden ini langsung tayang di televisi-televisi di seluruh dunia. Banyak juga yang upload di YouTube. Salah satunya adalah video dibawah ini.


Yang menarik adalah ketika berita itu menyebar ke penjuru dunia, ada seorang milyader dari arab yang menawar sepatu yang dilemparkan oleh Muntazer itu dengan harga $ 10.000. Ada juga seorang saudagar mesir yang berkeinginan menikahkan Muntazer dengan anaknya, semua biaya pernikahan akan ditanggung oleh saudagar kaya tersebut

Senin, 15 Desember 2008

BBM Turun Lagi

By Adi Panca | At 16.14.00 | Label : , | 0 Comments
Lagi-lagi pemerintah menurunkan harga BBM. Tertanggal 15 Desember 2008 pemerintah menurunkan harga Premium dari Rp 5.500/liter menjadi Rp 5.000/liter dan solar turun dari Rp 5.500/liter menjadi Rp 4.800/liter. Hal ini tentu disambut gembira oleh masyarakat. Termasuk saya yang setiap harinya mengkonsumsi premium sekitar 700 mili liter/hari.

Pemerintah sebenarnya sudah sempat menurunkan harga BBM jauh-jauh hari. Akan tetapi penurunan harga premium dari Rp 6.000/liter menjadi Rp 5.500/liter dianggap tidak pas dengan jebloknya harga minyak dunia. Kritikan demi kritikan pun dilayangkan oleh banyak
pihak. Mulai dari para supir angkutan umum, mahasiswa, sampai pada beberapa pengamat politik. Jangan salah, selain kritikan-kritikan yang diatas, penurunan harga BBM juga katanya cuma buat ngangkat pamor SBY-Kala doang. Bener nggak tuh? Saya pernah mendengar iklan diradio, kira-kira kayak gini nih: “wah hebat ya pak SBY, bisa nurunin harga BBM. Presiden mana yang bisa nurunin harga BBM selain SBY. Blablabla….”. Iklan yang aneh menurut saya, karena tidak memberikan penceerdasan sama sekali. La masalah harga BBM turun itukan emang sudah semestinya turun, ya toh? La wong harga minyaknya dah anjlok duluan?!

Nah, saat ini BBM diturunkan lagi oleh pemerintah. Akan tetapi lagi-lagi ini akan menimbulkan masalah baru. Para pemilik SPBU tentu merasa dirugikan atas penurunan BBM ini. Why? Ya iyalah wong mereka belanja dari Pertaminanya dengan harga lama, dijual lebih murah. Pada akhirnya, beberapa pengelola SPBU memilih untuk tidak beroperasi dulu (BBM lama ditimbun dulu aja ah…). Apa yang terjadi? Tentu yang terjadi adalah kelangkaan BBM. Pertamina pun akhirnya menghukum SPBU yang melakukan penimbunan BBM, dengan tidak memberikan pasokan BBM selama beberapa minggu. Apa yang terjadi? Yang terjadi justeru BBM semakin sulit untuk didapatkan, BBM semakin langka. Bener-bener “solutif” ya kebijakan publik yang di ambil?!

Selasa, 02 Desember 2008

Yoga, Haramkah?

By Adi Panca | At 23.34.00 | Label : , , | 2 Comments
Beberapa saat yang telah lalu, Majelis Fatwa Nasional (MFN) Malaysia telah melarang warga negaranya yang beragama Islam untuk melakukan Yoga. Pasalnya, Majelis Ulama-nya Negeri Jiran itu mensinyalir bahwa kegiatan ber-Yoga dapat merusak akidah. Hal ini dikarenakan terdapat unsur ajaran agama Hindu yang cukup kuat.

Indonesia pun ikut ribut. Majelis Ulama Indonesia mulai mencari tahu tentang Yoga. Bagi sebagian masyarakat, ber-Yoga adalah salah satu bentuk olah raga untuk kebugaran tubuh. Namun didalam pelaksanaannya ditemukan adanya kegiatan-kegiata
n yang menurut penilaian MFN maupun MUI yang dapat merusak akidah umat islam. Kegiatan tersebut seperti: adanya doa-doa yang tidak sesuai dengan ajaran agama islam. Dengan dipanjatkan doa-doa tersebut tidak menuju kepada Alloh SWT, maka – baik secara langsung maupun tidak – para pelaku Yoga mengakui ada kekuatan yang menjadi tandingan Alloh SWT. Hal ini jelas dapat merusak akidah dan keimanan seorang muslim karena telah berlaku kufur atau menyekutukan Alloh.

Meskipun fatwa yang dikeluarkan MFN tidak mengikat, akan tetapi tetap saja menyulut reaksi dari berbagai kalangan, baik yang pro maupun yang kontra. Adanya isu yang mengatakan bahwa MUI akan mengikuti langkah MFN pun menuai reaksi beragam dari masyarakat Indonesia, baik yang mengiyakan, diam saja dan juga menolak, tidak terkecuali penolakan dari para pengelola sanggar Yoga. Alasannya jelas, kemungkinan besar orang yang ber-Yoga akan mengalami penurunan karena mayoritas masyarakat Indonesia adalah umat Islam.

Jika kita melihat di wikipedia (meskipun kita tidak boleh menjadikan wikipedia sebagai kebenaran mutlak), Yoga berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti "penyatuan", yang bermakna "penyatuan dengan alam" atau "penyatuan dengan Sang Pencipta". Yoga merupakan salah satu dari enam ajaran dalam filsafat Hindu, yang menitikberatkan pada aktivitas meditasi atau tapa di mana seseorang memusatkan seluruh pikiran untuk mengontrol panca inderanya dan tubuhnya secara keseluruhan. Masyarakat global umumnya mengenal Yoga sebagai aktifitas latihan utamanya asana (postur) bagian dari Hatta Yoga. Yoga juga digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif, biasanya hal ini dilakukan dengan latihan pernapasan, oleh tubuh dan meditasi, yang telah dikenal dan dipraktekkan selama lebih dari 5000 tahun. Ajaran Yoga dibangun oleh Maharsi Patanjali, dan merupakan ajaran yang sangat populer di kalangan umat Hindu. Ajaran yoga merupakan ilmu yang bersifat praktis dari ajaran Veda. Yoga berakar dari kata Yuj yang berarti berhubungan, yaitu bertemunya roh individu (atman/purusa) dengan roh universal (Paramatman/Mahapurusa). Maharsi Patanjali mengartikan yoga sebagai Cittavrttinirodha yaitu penghentian gerak pikiran.

Jika membaca asal muasal Yoga di atas, alasan MFN mengharamkan Yoga bagi umat islam cukup tepat dengan dasar asumsi bahwa dengan beryoga maka mendekatkan diri untuk menyekutukan Alloh, karena mengucapkan doa-doa yang tidak berpedoman pada islam. Dilain tempat dan waktu, salah seorang pengelola sanggar Yoga di Indonesia mengatakan bahwa Yoga sendiri memiliki ragam yang banyak. Secara garis besar kegiatan Yoga ada yang masih tradisional yakni masih kental dan kuat tradisi Hindunya (pada saat ber-Yoga ucapan-ucapan yang berbentuk ‘doa’ dilafalkan) adapula yang modern (ada yang masih mengucapkan ‘doa-doa’ tetapi lebih fokus pada gerakan dan pernafasan, adapula yang tidak menggunakan ‘doa-doa’ sama sekali). Nah, pada akhirnya semua kembali kepada individu masing-masing. Apakah akan tetap ber yoga atau berhenti. Saya sendiri sih memilih tidak ber-Yoga, selain menghindari keragu-raguan (karena semestinya kita menghindari sifat ragu) juga menghindari pemorotan isi dompet buat bayar intrukstrurnya. Hehe… Intinya apapun kegiatan kita jangan sampai merusak akidah. Selamat memilih…!

Rabu, 12 November 2008

Sakazakii Tumpah, Masyarakat Resah

By Adi Panca | At 18.24.00 | Label : , , | 0 Comments
Masyarakat resah, Tim Peneliti IPB yang diketuai oleh Dr. Sri Estuningsih, telah melakukan penelitian terhadap kandungan susu formula sejak tahun 2003 hingga 2006. Penelitian ini menyimpulkan sekitar 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) terkontaminasi bakteri Enterobacter Sakazaki. Bakteri yang cukup berbahaya karena dapat menimbulkan infeksi selaput otak, sepsis, enteritis dan sejumlah penyakit lainnya. Namun Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari malah mempertanyakan motif penelitian tersebut. Dia menduga penelitian itu dilatarbelakangi kepentingan bisnis. Sebab, menurut Siti, penelitian dilakukan jika ada kejadian yang dicurigai, misalnya tiba-tiba banyak bayi mencret karena suatu bakteri.
Efek Domino
Kebijakan yang diambil pemerintah untuk “menentang IPB” ada baiknya juga. Pemerintah seakan menyadari bahwa jika hasil penelitian IPB di“iya”-kan dan dipublikasikan secara resmi, maka akan muncul beberapa masalah yang tid
ak kalah runyamnya. Permasalahan berantai yang akan melahirkan masalah lain.
Jika pemerintah meng”iya”kan hasil penelitian IPB, maka dapat terjadi hal-hal seperti; Pertama pihak produsen susu formula (terlebih bagi yang berada pada “daftar hitam”) akan mengalami kerugian. Jika pemerintah mengumumkan merk-merk susu formula yang terkontaminasi bakteri sakazakii, maka akan menimbulkan ketidakpercayaan konsumen terhadap merk yang disebutkan, sehingga akan menyebabkan sebuah kerugian yang tidak sedikit. Hal ini perlu dicermati dengan sebaik-baiknya, lebih-lebih hampir seluruh susu formula yang terkontaminasi merupakan produk lokal. Kedua akan terjadinya over demand terhadap produk-produk yang dianggap aman sehingga menyebabkan terjadinya kenaikan harga susu formula. Ketiga, jika harga susu meroket, bukan tidak mungkin lagi masalah kurang gizi yang terjadi di Indonesia semakin menjadi-jadi.
Butuh Penyuluhan
Dugaan pemerintah bahwa penelitian IPB berbau kepentingan usaha makin memperkeruh suasana. Tuduhan yang tanpa dasar yang jelas itu digunakan pemerintah untuk mempertegas bahwa “akulah yang lebih punya wewenang, yang tidak berkepentingan dilarang ikut campur”. Dunia pendidikan berguncang. Seakan tiada lagi kepercayaan dari pemerintah kepada kaum cendikia. Hal ini tentu akan mematikan karya-karya ilmiah dari dunia pendidikan kita. Tentu itu disangkal oleh pihak IPB. Dr. Sri mengatakan bahwa penelitian ini dibiayai negara dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lewat dana hibah bersaing dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Depdiknas yang hasilnya telah dilaporkan 30 Oktober 2006 dan November 2007.
Yang sebenarnya terjadi di masyarakat adalah sebuah keresahan yang ditimbulkan karena salah pemahaman terhadap bakteri sakazakii. Oleh karena itu pemerintah semestinya memberikan penyuluhan bukan perang sendiri sehingga semakin membuat resah masyarakat. Jika masyarakat sudah diberikan pemahaman yang cukup tentang sakazaki, maka setidaknya masyarakat tidak lagi resah tentang keberadaan sakazaki. Dengan begitu kegiatan ekonomi pasarpun akan tetap terjaga keseimbangannya.
Yang terjadi sekarang malah saling menyalahkan, sehingga masyarakatpun tidak mendapatkan pendidikan apapun selain belajar menyalahkan orang lain.

Selasa, 11 November 2008

22 Milyar Untuk Eksekusi Amrozy cs

By Adi Panca | At 11.06.00 | Label : , , | 0 Comments
Inalilahi wainailaihi rojiun... Akhirnya Amrozy cs pelaku BOM Bali 1 pulang ke rahmatulloh...

Akhirnya Amrozi cs, pelaku Bom Bali #1 di eksekusi juga. Setelah bertahun-tahun kasus mereka di usust, baru hari Minggu 9 November kemarin. 3 manusia yang di anggap sebagai teroris ini akhirnya menghembuskan nafas terakhir dengan cara di tusuk jantungnya dengan timah panas. Ngeri deh kayaknya…

Yang menarik dari proses eksekusi mati amrozi cs ini adalah jumlah biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah. Nggak tanggung-tanggung… itungannya bukan lagi jutaan tetapi Milyar. Busyet... Menurut kabar burung neh biaya eksekusi orang-orang tak takut mati ini mencapai 22 M. Uang semua loh itu. Loh apa bener? Coba kita identifikasi.

Pertama kita mulai dari sewa helikopter aja dulu. Untuk meminjam sebuah helikopter, itu (katanya ni) membutuhkan biaya kurang lebih 10 Juta rupiah per jam. Kalo helikopter itu disewa selama 4-5 hari, maka temen-temen bisa itung sen
diri berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk satu helikopter kecil saja. Itu belum termasuk biaya-biaya operasional seperti pengisian bahan bakar dan biaya makan supirnya. Kira-kira berapa yach??? Yang kedua tentu biaya pengamanan di beberapa sektor? Katanya lagi ni, biaya pengamanan yang dilakukan polisi pada satu titik memerlukan biaya sekitar 4 Juta rupiah / hari. Coba kita hitung, berapa titik target pengamanan yang dilakukan kepolisian? Dari nusa Kambangan sampai tempat kelahiran Amrozi cs dijaga ketat oleh polisi. Kalikan saja jumlah titik-titk itu dengan 4 juta. Itu belum yang memakai jasa Gegana, Densus 88, dan pasukan elite lainnya. Udah dihitung temen-temen? Tinggal nanti ditambah biaya eksekutor, pemulangan jenazah, pengafanan, dan biaya-biaya lainnya. Capek ngitungnya…

Coba kalo dana sebanyak itu di alokasikan untuk pendidikan atau kesehatan, atau juga untuk memajukan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sektor riil. Betapa lebih bermanfaanya dari pada digunakan hanya untuk menjadikan mayat trio Bom Bali #1 tersebut.

Ada beberapa hal yang menyebabkan kenapa biaya eksekusi amrozi cs begitu mahal: Pertama pemerintah terlalu pobia dengan ancaman-ancaman bom-bom oleh orang-orang yang bertanggung jawab. Karena ketakutan tersebut pemerintah menjadi over protected, sehingga (malah) melindungi/mensterilkan daerah-daerah yang tidak perlu. Dengan kata lain pengamanan yang dilakukan pemerintah tidak efektif, efisien, dan proporsional. Kedua, pemerintah tidak transparan mengenai eksekusi. Misalnya saja eksekusi tidak boleh dihadiri oleh pihak keluarga, tidak boleh diliput wartawan, dan yang paling menggelikan keluarga tidak boleh mengganti kafan yang sudah dibalutkan. Ketidaktransparan inilah yang menyebabkan pemerintah mengeluarkan banyak sekali uang hanya untuk menutupnutupi fakta yang seharusnya diketahui oleh publik.

Disinililah dapat disinyalir adanya korupsi dana eksekusi. Kenapa? First: secara logika biaya eksekusi tidak akan mencapai nilai 22 M jika kita menggunakan perhitungan di atas. Second: pemerintah sendiri menutup-nutupi diri jika ditanya tentang biaya eksekusi. Third: ko mereka suka menunda-nunda eksekusi ya. Kebanyakan rapat koordinasi. O iya, boleh jadi setiap rapat kan dapat amplop tuh, ya udah sekalian aja banyakin rapatnya biar amplopnya juga lebih banyak. Hehe...

Saya bertanya-tanya… Apa bener biaya sebanyak itu di sumbang pemerintah Australia? Masalahnya katanya dari pihak polisi nggak nganggarin tuh??? Kalo bener, kita mesti hati-hati. Ada apa dibalik sumbangan itu. Hmmm…

Pemerintah… Transparan dong….!!!!

Jumat, 14 Maret 2008

Menyambut Kebangkitan Sepakbola Indonesia...

By Adi Panca | At 20.54.00 | Label : , , | 1 Comments
Sebagian kalangan mungkin masih terniang hiruk pikuk riuhnya Piala Asia beberapa bulan yang lalu. Indonesia sebagai salah satu dari empat tuan rumah penyelenggara kejuaraan sepak bola ter-elite se-Asia boleh berbangga, karena walaupun Indonesia tidak lolos dari fase group, tapi perjuangan Firman Utina dan kawan-kawan patut untuk diacungi jempol. Para suporter yang hadir di Stadion Kebanggaan Timnas Indonesia-pun membuat seluruh masyarakat Indonesia bangga. Tak henti-hentinya mereka memberikan dukungan baik lewat nyanyian, yel, spanduk, atau apapun yang dapat menjadikan para pemain dilapangan semakin bersemangat. Mereka-pun tetap menjungjung sportifitas. Inikah cikal bakal kebangkitan sepak bola Indonesia?
Namun segala kebanggaan yang lahir sirna begitu saja saat mengetahui ketua badan persebakbolaan kita kembali harus berurusan dengan hukum. Ditambah lagi desakan FIFA yang mengharuskan PSSI memilih ulang atau tepatnya mengga
nti Nurdin Khalid sebagai ketua Umum PSSI. Bahkan usut punya usut surat itu pertama kali datang ke PSSI saat piala asia mulai bergulir. Namun PSSI mencoba menyembunyikannya. Bukan hanya itu, PSSI-pun menolak keras keputusan FIFA. “aku heran.. aku heran... yang salah dipertahankan...” secuil bait lagu dari Iwan Fals.
Sebuah organisasi bagaikan sebuah pesawat terbang. Ketua ibarat seorang pilot pesawat. Dialah yang menentukan kemana, kapan, bagaimana, pesawat akan terbang dan mendarat kemudian. Ini bukan merupakan pesawat mainan anak-anak yang bisa di terbangkan dengan remot kontrol dari jauh bahkan dari teralis besi. Ini merupakan pesawat penumpang yang membutuhkan totalitas seorang pilot didalamnya, tidak mementingkan diri sendiri, atau keluarganya yang ada dirumah. Coba kita renungkan sedikit ilustrasi tersebut...
Lalu dari mana kita menyambut kebangkitan persebakbolaan kita? Mari kita sambut terlebih dahulu perbaikan, kebangkitan organisasi yang mengayomi dunia persebakbolaan Indonesia, mari kita berkontribusi dalam refolusi PSSI. Refolusi PSSI bukan hanya sekedar mengganti seorang Nurdin Kholid, tetapi lebih dari itu. Perbaikan hukum, sanksi, kinerja, efektivitas, dan produktifitas harus mampu tersentuh. Reformasi juga harus bersifat multidimensional, faktor moral merupakan hal yang sangat penting untuk diperbaiki. Mari kita mulai dari menyambut reformasi PSSI. Kita sebagai para tifosi punya kekuatan jika kita benar-benar dapat bersatu. Bukan demi Persija, Persib, PSMS, Persik, PSM, atau klub-klub yang lainnya. Tapi ini demi Indonesia. Kebangkitan persepakbolaan Indonesia berawal dari reformasi PSSI...
Bravo sepak bola

pernah dimuat di majalah Bola
(HOME)
Posting Lama ►
 

Mengenai Saya

Foto saya
Berbagi informasi CPNS dan Lowongan Pekerjaan
Masukan email-mu untuk terus update artikel dan info CPNS dan Lowker dari Adipanca.Net

Copyright © 2012. Adi & Panca Blog - All Rights Reserved Thanks to: by Blog Bamz