Tampilkan postingan dengan label Artikel Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Juni 2012

Keutamaan Taubat Nasuha Sang Pendosa Besar

By Adi Panca | At 16.40.00 | Label : , , | 0 Comments
Kisah ini saya sadur dari kultwitnya ustad @salimafillah. Sebuah kisah tentang kemuliaan seorang yang memiliki dosa besar, tetapi melakukan taubatan nasuha. Menyesali perbuatannya, menutup jalan untuk mengulanginya, takut akan azab Alloh, dan terus menangisi dosa-dosanya. Silahkan di simak (dibaca).
  1. Di kalangan Bani Israil, ada seorang pendosa. Khazanah kemaksiatannya sebilangan pasir di gurun, melimpah bertimbun-timbun. #kisah
  2. Tetapi hidayah Alloh menyapa, dia disergap takut oleh dosa-dosa. Semua khilaf menghantui kala sepi, mencekamkan malu saat ramai. #kisah
  3. Maka dengan cemas hati, ke negeri jauh dia melarikan diri, menuju tanah baru, menutup pintu rayuan dosa & keliru dari masa lalu. #kisah
  4. Dia arungi padang pasir yang menyengatkan terik; batu & kerikil terasa menyala, & matahari sama sekali tak bercadarkan awan. #kisah
  5. Dalam langkah-langkah yang menyiksa tubuh & memayahkan jiwa itu, dia berjumpa kawan perjalanan. Masya Alloh, beliau seorang Nabi. #kisah
  6. Menghadapi cuaca begitu beratnya sang Nabi berkata pada si pendosa; “Mari berdoa, agar Alloh payungkan awan di perjalanan kita!” #kisah
  7. Memerah muka sang pendosa, takut-takut dia berkata, “Demi Alloh, aku malu meminta hal itu, aku amat sungkan menghiba padaNya.” #kisah
  8. Nabi Bani Israil itu tersenyum; “Baiklah aku yang berdoa. Kau cukup aminkan saja!” Tak lama, awanpun menaungkan bayang teduhnya. #kisah
  9. Lalu tibalah di persimpangan, beda tujuan haruskan mereka berpisah jalan. Setelah salam terkata, masing-masing menempuh arahnya. #kisah
  10. Alangkah terkejut Nabi itu ketika mendapati awan yang menaungi selama perjalanan mereka berdua kini tak lagi bersama dirinya. #kisah
  11. Yang menakjubkan, ternyata awan tersebut tetap menaungi lelaki yang tadi bersamanya. Bergegas sang Nabi berbalik menghampiri. #kisah
  12.  “Saudara! Tunggu! Kaubilang tadi tak punya keutamaan apapun, bahkan berdoapun merasa tak layak; tapi awan itu malah mengikutimu!” #kisah
  13.  “Katakan padaku”, desaknya, “Apa yang menjadi rahasia kemuliaanmu di sisi Alloh sehingga justru ucapan Aamiin-mu yang dikabulkan! #kisah
  14. Lelaki itu kebingungan. “Apa? Aku tak tahu duhai Nabi Alloh.. Aku tak tahu.. Aku hanya pendosa nista yang lari dari masa lalu..” #kisah
  15.  “..Aku ahli maksiat yang hina, dan kini begitu haus akan ampunan Robbku!”, ujarnya. “Itulah dia! Itulah dia!”, sahut Sang Nabi. #kisah
  16. Kemuliaan sang pentaubat dalam perjalanan memperbaiki diri; telah mendahului keutamaan seorang Nabi untuk beroleh naunganNya. #kisah
  17. Sesak jiwa & sempit dada sebab terinsyaf dosa-dosa; meleleh air mata sebab takut padaNya; ialah harga bahagia di hidup berikutnya. #kisah
  18. Semoga kita bukan hamba yang karena banyak minta & merasa belum terkarunia; limpahan nikmat tak tersyukuri & dosa tak tertaubati. #kisah
  19. Semoga kita adalah hamba yang jika berdoa; bukan hanya isi pinta yang jadi hasrat utama, tapi bermesra denganNya-lah hajat mulia. #kisah
  20. Ujar Hasan Al Bashri, "Hukuman atas dosa bukan terputusnya rizqi, melainkan terputusnya munajat mesra dengan Ilahi." Mari benahi. #kisah
  21. Maka beruntung yang dosanya mengantar pada taubat nashuha; yang ibadahnya tak membuat berbangga, hanya harap-cemas akan ridhoNya. #kisah
  22. Kekayaan terbesar pagi ini adalah dosa yang diampuni, ibadah yang diridhoi, nikmat yang tersyukuri, dan musibah yang tersabari. #kisah
  23. Adalah rahmatNya; Allah jadikan rasa kaya & bahagia itu dalam dada; ridho pada pembagian & ketetapanNya; dunia ringanlah saja. #kisah
  24. Pagi indah dengan pesan 'Utsman; "Bergalau soal dunia jadi kegelapan dalam dada. Gelisah akan akhirat ialah cahaya terangi jiwa." #kisah
  25. Selamat memperbarui taubat & niat Shalih(in+at); moga Alloh menolong hingga tergapai ikhlasnya maksud & ihsannya upaya menjemput. #kisah
Begitulah sahabat, semoga kita menjadi hamba-hamba yang mencintai taubat. Semoga dosa-dosa kita mendekatkan diri kita pada pertaubatan dan semoga amal-amal kita tidak menjadikan kecongkakkan.

Kamis, 26 November 2009

Idul Adha 1430 Hijriah

By Adi Panca | At 19.51.00 | Label : , , | 0 Comments
Senin, 8 Desember 2008. Setahun lalu itu adalah tahun kelima saya merayakan Idul Adha di kota gudeg, Yogyakarta. Hari itu begitu sepesial, hujan rintik-rintik menghiasi hari raya qurban. Gerimis lembut itu seakan menambah kesejukan pagi 10 Dzulhijah 1429 Hijriah. Menambah rasa syukur atas karunia yang diberikan Alloh Swt.

Saya berangkat menuju lapangan bersama teman satu kos saya. Setelah sampai, hmm… lagi-lagi, tukang balon, lagi-lagi. Dari dulu memang tukang balon selalu ada. Ini satu masalah serius bung. Dilematis. Di satu sisi tukang balon sedang berusaha mencari rizki Alloh dan mereka menganggap bahwa ini adalah moment yang sangat tepat untuk berjualan, pendapatan pasti naik berlipat-lipat. Di sisi lain adanya tukang balon sangat mengganggu khidmadnya sholat Idul Adha, karena akan banyak anak kecil yang merengek-rengek minta dibeliin balon.

Saya kebetulan sholat bersebelahan dengan seorang bapak-bapak yang membawa anaknya. Jujur dari awal saya tidak bisa khusyu’. Soalnya dari pertama takbir saja anak si bapak ini sudah merengek-rengek minta dibeliin balon, sampai akhirnya dirokaat kedua si Bapak membatalkan sholatnya karena si anak nangis.

Besok Jum'at, 27 November 2009 adalah idul adha ke 6 di Jogja, akankah terjadi hal serupa? Wallohualam... Yang jelas bukan berarti saya tidak menghendaki para tukang balon, tapi setidaknya tukang balon pun menghormati idul adha dengan menghentikan jual  beli ketika sholat ied dan ceramah sedang berjalan.

Selamat hari raya idul adha....


Kamis, 01 Oktober 2009

Renungan Rentetan Gempa Indonesia

By Adi Panca | At 12.33.00 | Label : , | 6 Comments
Sodaraku, sahabatku, teman-teman semua, rentetan gempa telah terjadi di negeri kita tercinta Indonesia. Entah berapa banyak gempa yang terjadi. Namun pastinya kita masih ingat tsunami di Aceh tahun 2004, Jogja pada tahun 2006, Jawabarat beberapa bulan yang lalu, dan baru-baru ini adalah gempa di Sumatra Barat.

Beberapa orang menyebutnya ini hanyala sebuah gejala alam. Atau yang lebih sadis menyebutnya sebagai gejala alam. Aku tidak akan menyalahkan mereka, karena toh mereka punya teori untuk menguatkan pendapat mereka sendiri. Namun yang saya temukan begitu sangat mengagetkan, terutama bagi diri saya sendiri. Jika kita melihat waktu terjadi gempa lalu saya hubungkan ke ayat-ayat dalam Al Qur'an, sebuah fakta baru yang terkadang kita tidak menyadarinya akan kita temukan.
Saya fikir ini benar-benar kuasa ilahi. Bukan suatu kebetulan belaka. Mari kita simak ayat-ayat Alloh yang berhubungan dengan terjadinya gempa bumi di Indonesia.



Quran Surat Ibrohim ayat 52: (Al Quran) Ini adalah penjelasan yang Sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya dia adalah Tuhan yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.




Quran Surat Al Maidah Surat ke 5 ayat 55. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).

Ini adalah waktu terjadinya gempa di Jogjakarta. Pukul 05:55 WIB. Gempa di Jogja seakan mengingatkan kita untuk selalu mengingat Alloh. Ada cerita menarik ketika terjadi gempa di Jogja.

Ada seorang Ibu-ibu yang sudah berumur di atas 60an sedang menunggu sebuah warung makan langgannannya. Dia setia menunggu untuk membeli bubur untuk sodaranya yang sakit. Namun sampai pukul 6 pagi warung itu yang biasanya sudah buka belum juga buka. Sang ibu pun bingung, karena disamping warungnya tidak buka pada waktunya, banyak orang berlarian panik.

Sesorang menegur ibu tersebut. "Sedang apa disini bu? Ko malah matung?". Dengan polos ibu itu menjawab "Sedang nunggu warung buka, mau beli bubur".

"Lo ibu gimana toh, lagi gempa bu, liat tuh rumah yang jualan aja ambruk"

"Inalilahi, ternyata gempa toh.."

Sekembalinya dirumah ibu itu pun tetap tenang karena rumahnya yang hanya menggunakan tanah/bukan semen dan pasir untuk merekatkan batu-batanya masih utuh berdiri, padahal rumah para tetangganya yang sudah terbilang modern, ambruk.

Ternyata Ibu tersebut memang kuat ibadahnya. Ini bukan suatu kebetulan...



Quran Surat Al Isro Surat ke 17 ayat 16. Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan kami), Kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.

Ayat di atas diambil dari kejadian gempa di Sumatra Barat. Pukul 17:16 WIB. Di atas tertulis jelas bahwa Alloh menyuruh orang-orang yang hidup mewah untuk menaatiNYA, namun mereka melakukan kedurhakaan di dalam negerinya. Kemudian Alloh hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.

Ingatkah bahwa sebentar lagi adalah pelantikan anggota dewan? Ingatkah bahwa anggota dewan adalah orang-orang mewah? Ingatkah bahwa anggota dewan itu mengemban amanah rakyat? Dan ingatkah beberapa kasus dan kelakuan anggota dewan saat ini? Sungguh jauh dari yang kita harapkan. Jelaslah sudah bahwa gempa di Sumbar ini merupakan teguran bagi Alloh, bahwa kita, terutama mereka yang dalam kemewahan, peduli akan rakyat, Alloh mengingatkan bahwa anggota dewan duduk dikursi empuk adalah demi kepentingan rakyat, dan Alloh mengingatkan kita semua untuk saling nasehat menasehati dalam kebenaran...

Dan dibawah ini di ambil dari kejadian tsunami aceh... Pukul 07:59 WIB.




Quran Surat Al A'rof surat ke 7 ayat 59. Sesungguhnya kami Telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya." Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), Aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).

Ayat ini saya ambil tepat dengan kejadian tsunami di aceh. Pukul 7 lebih 59. Alloh menceritakan tentang Nabi Nuh. Seorang nabi yang membuat bahtera yang sangat besar untuk menyelematkan pengikutnya dari banjir yang begitu hebat. Namun pengikutnya banyak yang ingkar.

Di Aceh Alloh kirimkan tsunami, banjir dari laut yang menyapu segala kesombongan manusia. Tsunami yang mirip dengan cerita Nabi Nuh Alloh kirimkan ke aceh pada pukul 7:59. Surat ke 7 ayat 59. Masihkah kita berfikir ini hanya sebuah kebetulan???

Semoga kita mampu menggunakan otak kita untuk berfikir. Karena orang-orang yang berfikir itulah yang memahami kebesaran Tuhannya.

Wallohu'alambishoab...

Selasa, 02 Desember 2008

Yoga, Haramkah?

By Adi Panca | At 23.34.00 | Label : , , | 2 Comments
Beberapa saat yang telah lalu, Majelis Fatwa Nasional (MFN) Malaysia telah melarang warga negaranya yang beragama Islam untuk melakukan Yoga. Pasalnya, Majelis Ulama-nya Negeri Jiran itu mensinyalir bahwa kegiatan ber-Yoga dapat merusak akidah. Hal ini dikarenakan terdapat unsur ajaran agama Hindu yang cukup kuat.

Indonesia pun ikut ribut. Majelis Ulama Indonesia mulai mencari tahu tentang Yoga. Bagi sebagian masyarakat, ber-Yoga adalah salah satu bentuk olah raga untuk kebugaran tubuh. Namun didalam pelaksanaannya ditemukan adanya kegiatan-kegiata
n yang menurut penilaian MFN maupun MUI yang dapat merusak akidah umat islam. Kegiatan tersebut seperti: adanya doa-doa yang tidak sesuai dengan ajaran agama islam. Dengan dipanjatkan doa-doa tersebut tidak menuju kepada Alloh SWT, maka – baik secara langsung maupun tidak – para pelaku Yoga mengakui ada kekuatan yang menjadi tandingan Alloh SWT. Hal ini jelas dapat merusak akidah dan keimanan seorang muslim karena telah berlaku kufur atau menyekutukan Alloh.

Meskipun fatwa yang dikeluarkan MFN tidak mengikat, akan tetapi tetap saja menyulut reaksi dari berbagai kalangan, baik yang pro maupun yang kontra. Adanya isu yang mengatakan bahwa MUI akan mengikuti langkah MFN pun menuai reaksi beragam dari masyarakat Indonesia, baik yang mengiyakan, diam saja dan juga menolak, tidak terkecuali penolakan dari para pengelola sanggar Yoga. Alasannya jelas, kemungkinan besar orang yang ber-Yoga akan mengalami penurunan karena mayoritas masyarakat Indonesia adalah umat Islam.

Jika kita melihat di wikipedia (meskipun kita tidak boleh menjadikan wikipedia sebagai kebenaran mutlak), Yoga berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti "penyatuan", yang bermakna "penyatuan dengan alam" atau "penyatuan dengan Sang Pencipta". Yoga merupakan salah satu dari enam ajaran dalam filsafat Hindu, yang menitikberatkan pada aktivitas meditasi atau tapa di mana seseorang memusatkan seluruh pikiran untuk mengontrol panca inderanya dan tubuhnya secara keseluruhan. Masyarakat global umumnya mengenal Yoga sebagai aktifitas latihan utamanya asana (postur) bagian dari Hatta Yoga. Yoga juga digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif, biasanya hal ini dilakukan dengan latihan pernapasan, oleh tubuh dan meditasi, yang telah dikenal dan dipraktekkan selama lebih dari 5000 tahun. Ajaran Yoga dibangun oleh Maharsi Patanjali, dan merupakan ajaran yang sangat populer di kalangan umat Hindu. Ajaran yoga merupakan ilmu yang bersifat praktis dari ajaran Veda. Yoga berakar dari kata Yuj yang berarti berhubungan, yaitu bertemunya roh individu (atman/purusa) dengan roh universal (Paramatman/Mahapurusa). Maharsi Patanjali mengartikan yoga sebagai Cittavrttinirodha yaitu penghentian gerak pikiran.

Jika membaca asal muasal Yoga di atas, alasan MFN mengharamkan Yoga bagi umat islam cukup tepat dengan dasar asumsi bahwa dengan beryoga maka mendekatkan diri untuk menyekutukan Alloh, karena mengucapkan doa-doa yang tidak berpedoman pada islam. Dilain tempat dan waktu, salah seorang pengelola sanggar Yoga di Indonesia mengatakan bahwa Yoga sendiri memiliki ragam yang banyak. Secara garis besar kegiatan Yoga ada yang masih tradisional yakni masih kental dan kuat tradisi Hindunya (pada saat ber-Yoga ucapan-ucapan yang berbentuk ‘doa’ dilafalkan) adapula yang modern (ada yang masih mengucapkan ‘doa-doa’ tetapi lebih fokus pada gerakan dan pernafasan, adapula yang tidak menggunakan ‘doa-doa’ sama sekali). Nah, pada akhirnya semua kembali kepada individu masing-masing. Apakah akan tetap ber yoga atau berhenti. Saya sendiri sih memilih tidak ber-Yoga, selain menghindari keragu-raguan (karena semestinya kita menghindari sifat ragu) juga menghindari pemorotan isi dompet buat bayar intrukstrurnya. Hehe… Intinya apapun kegiatan kita jangan sampai merusak akidah. Selamat memilih…!

Rabu, 26 November 2008

Striker Mesir, Berdakwah di Lapangan Hijau

By Adi Panca | At 18.33.00 | Label : , , | 0 Comments
Siapa bilang hanya seorang berprofesi ustaz saja yang mampu berdakwah. Di Mesir, seorang striker bola papan atas pun bisa berdakwah melalui lapangan hijaunya. Nama pemain ujung tombak timnas negeri Musa itu adalah Muhammad Abu Treka. Berulangkali ekspresi kegembiraannya setelah mencetak gol menyedot perhatian publik, dan hebatnya keunikan ini hanya datang dari Timnas Mesir.


Salah satu situs Islam terdepan di dunia arab, Islamonline memberitakan dahsyatnya dakwah sang striker. Abu Treka, demikian panggilan akrab beliau. Setiap berhasil menyarangkan bola di gawang lawan, ia mengekspresikan rasa syukurnya dengan sujud. Tanpa sungkan ia berlari gembira ke tepi lapangan dan bersujud di sana. Hal yang sama diikuti oleh rekan timnya yang lain. Sungguh pemandangan yang mengharukan.

Terlepas dari diterima atau tidaknya sujud syukur sang kapten, karena celana bola yang ia kenakan tak sampai menutup lutut, namun paling tidak, ia mampu memikat para penonton khususnya mereka yang non muslim. Seperti pertandingan putaran pertama seleksi piala dunia 2010, yang memperetemukan Mesir dan Kongo pada tanggal 7 September lalu. Abu Treka kembali sukses mencetak gol, dan seperti biasa, ia wujudkan rasa syukur itu dengan sujud. Warga Kongo yang menjadi tuan rumah pada pertandingan itu terdiam dan bingung, apa yang sedang dilakukan si mesin gol dari Timnas Mesir itu?
Seorang Mufti Kongo bernama Syeikh Abdullah Mangala Luaba bertutur tentang dakwah sang kapten dari pertandingan itu. Mufti ini mengatakan, bahwa sujud yang dilakukan Abu Treka dan teman-temannya se-tim setelah mencetak gol, sungguh menarik perhatian para penonton di negerinya. "Kekaguman itu telihat setelah pertandingan usai, kami didatangi oleh para penonton yang menanyakan sebab Timnas Mesir bersujud seperti itu", cerita Syeikh Abdullah. Beliau kemudian menjawab pertanyaan mereka, "Itu dalam Islam disebut sujud syukur, ekspresi kegembiraan akan nikmat yang telah Allah berikan kepada tim mereka melalui gol". "Demikianlah Islam mengajarkan kepada umatnya, untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang didapat," jelas Syeikh Abdullah.

Bermula dari rasa penasaran ini, kemudian mereka semakin bersemangat ingin tahu lebih jauh lagi tentang Islam. Maka sporter Timnas Kongo pun semakin banyak bertanya kepada Syeikh Abdullah tentang apa itu Islam dan kewajiban-kewajiban yang ada di dalamnya. Pintu hidayah pun terbuka, setelah merasa mantap, mereka kemudian berbondong-bondong mendatangi Syeikh, dan mengucapkan dua kalimat syahadat di bawah bimibingan beliau.

Sang Striker
Tak seorang pun menyangkan, apa yang dilakukan Abu Treka telah menjadi pintu hidayah bagi para penikmat bola. Kapten sekaligus mesin gol Timnas Mesir bukan saja membuat kagum penonton yang memenuhi stadion nasional Kinshasa di Kongo kala itu. Dalam pertandingan sebelumnya, ketika koran Denmark menerbitkan karikatur nabi, selepas mencetak gol Abu Treka melakukan hal yang cukup unik. Ia berlari kegirangan sembari memperlihatkan kaos dalam yang ia kenakan. Kaos itu bertuliskan "nahnu fidaka ya Rasulallah" yang artinya, "Kami siap berkorban untukmu ya Rasulallah".

Dalam pertandingan lainnya, di waktu terjadinya pemboikotan Israel atas muslim di Gaza. Abu Treka juga menunjukkan simpatinya. Kali ini kaos dalam yang ia kenakan bertuliskan "Ta'athufan ma'a Gazza, Sympathize with Gaza". Yang berujung dengan penghapusan foto ekspresi Abu Treka saat itu dari situs Google, karena dianggap kental akan kepentingan politik.

Yang menarik sekaligus membuat haru, adalah ketika piala Afrika diadakan di Mesir bulan Februari, tahun 2006 lalu. Saat itu Timnas Mesir menjadi juara, setelah sukses mengatasi Pantai Gading melalui drama adu penalti dengan skore 4-2. Selepas menerima piala dari Presiden Husni Mubarak, Timnas Mesir yang dipimpin Abu Treka itu menuruni podium dan kembali ke lapangan hijau. Kemudian mereka membentuk shaf, dan melakukan sujud syukur bersama. Subhanallah! Mungkin itu untuk pertama kalinya terjadi dalam sejarah persepakbolaan. Sebuah ekspresi kemenangan yang luar biasa, dan hebatnya itu hanya ada di Mesir. Rabbunâ yubârik fîkum yâ muntakhab Masr...

kiriman dari Muhammad Syarief, Mahasiswa Pascasarjana AOU, Kairo.
Sumber: www.eramuslim.com

Kamis, 13 November 2008

Amrozi cs, Teroris atau Mujahid?

By Adi Panca | At 23.21.00 | Label : , | 1 Comments
Saya terlibat sebuah perbincangan ringan dengan seorang anak sekolah menengah pertama. Kebetulan masih temen kos. Dalam perjalanan mencari pengganjal perut, tiba-tiba SMP (sebut saja seperti itu) nyeletuk.

“Mas, (paling-paling) Amrozi sedang di siksa apa yah?”
“Emang Amrozi salah apa?” saya tanya balik
“Ya dia kan pelaku pengobaman di Bali, sudah membunuh ratusan orang” jawab SMP
“Para nabi juga ada yang membunuh orang, dia malah sudah dijanjikan surga?!” sebuah pertanyaan retoris dari saya
“Tapi kan nabi-nabi itu membunuh orang-orang yang sudah pasti salah. Mereka kafir ko”
“Emang yang dibunuh amrozi bukan orang kafir?”

“Tapi kan di situ ada orang islamnya juga, lagian orang kafirnya itu cuma kafir aqidah, nggak memerangi kita. Kalo kafir yang memerangi kita seperti yahudi di Palestina ya mesti ditumpas. Tapi katanya kalo kafir aqidah malah harus di lindungi” jelas SMP
“Secara tidak langsung mereka juga memerangi kita”


“Secara tidak langsung?!” SMP kelihatan bingung
“Bener, secara tidak langsung” saya melanjutkan “Banyak orang-orang bule di Bali yang ditangkap gara-gara mencabuli anak-anak, memperkosa gadis-gadis, mengedarkan obat-obat terlarang dan ada juga yang menyebarkan pemahaman-pemahaman yang menyesatkan. Bukankah itu lebih berbahaya karena kita tidak pernah menyadarinya”
“Iya ya. Tapi caranya salah ko” kilah SMP
“Harusnya gimana?” kembali saya tekan dengan pertanyaan
“Harusnya jangan begitu” mungkin sulit untuk mencari solusi lain “karena menurut agama, itu kan salah…”
Dalilnya apa?”
“Dalilnya…” SMP nggak mampu menjawab
“Bisa jadi dalil yang digunakan Amrozi lebih kuat, lebih shohih dari pada dalil yang dipakai oleh orang-orang yang menyalahkannya”
“Aku cuma melu-melu di tv ko” mulai berkilah “kan kemarin ada pembahasan tentang Amrozi”


Yups, beginilah yang terjadi. Saya sendiripun tetap tidak setuju apa yang dilakukan oleh Amrozi cs. Karena sebatang pohon pun atau seekor semut pun, apa bila tidak bersalah (dalam artian tidak mengganggu aktivitas manusia) tidak boleh kita sakiti (saya masih ingat pada Syirah Nabawiyah, pada saat hendak akan pergi berperang Rosululloh melarang pasukannya untuk menebang pohon karena kita tidak memiliki hak untuk menyakiti dan saya juga teringat kisah Nabi Sulaiman yang tiba-tiba menghentikan langkah perjalanannya ‘bersama pasukan’ hanya untuk menunggu semut-semut yang ada di hadapan mereka bersembunyi di dalam guanya masing-masing). Terlebih lagi disitu terdapat orang-orang yang masih sodara seiman dengan kita. Apakah pantas mereka meninggal di tangan sodaranya sendiri, terlebih lagi dengan cara yang mengerikan seperti itu?! Pertanyaan lainnya adalah apakah masalahnya selesai dengan cara seperti itu?!
Kenyataaanya sebenarnya kita tidak pernah tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Yang di anggap paling benar saat ini adalah media. Media selalu mengusung slogan yang luar biasa: terdepan, teraktual, tajam, terpercaya, dan slogan-slogan lainnya yang belum dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris. Yang dilakukan media saat ini hanyalah pemberitaan-pemberitaan tidak bernilai, lebih-lebih pemberitaan tersebut menyudutkan satu golongan. Dalam kasus Amrozi cs saja, media lebih banyak mengumbar wacana bahwa apa yang dilakukan Amrozi cs adalah perbuatan terorisme, radikal, salah secara manusiawi, dan pelakunya adalah orang Islam. Pemberitaan tersebut tidak pernah diimbangi dengan pemberitaan tentang latar belakang kenapa amrozi cs melakukan seperti itu, dan pembahasan-pembahasan yang sifatnya lebih ingin mengungkap akar permasalahannya, bukan hanya sekedar yang tampak dipermukaan saja. Saat ini media telah berhasil menyudutkan salah satu pihak. Sebut saja ISLAM.
Dalam teori konflik, dengan menggunakan analisa sederhana Segitiga Konflik, maka yang diberitakan teman-teman wartawan baru sekedar pada tingkah laku (yang nampak dipermukaan saja) belum menganalisa lebih jauh kepada sikap dan keadaan (sesuatu yang tersembunyi yang menjadi penyebab konflik). Inilah yang menyebabkan masyarakat Indonesia jadi banyak tahu tapi sedikit dalam hal memahami.

Sabtu, 28 Juni 2008

Sikap PBNU atas Insiden Monas

By Adi Panca | At 09.22.00 | Label : , | 0 Comments
07/06/2008
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sehubungan terjadinya insiden di Monas, Jakarta, yang kemudian berbuntut pada tuntutan pembubaran Front Pembela Islam (FPI) pimpinan Habib Rizieq, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, dengan ini menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepenguruan NU di seluruh Indonesia untuk:

1. Menahan diri dan tidak melibatkan diri dalam konflik antara massa FPI dan kelompok Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang terjadi hari Minggu, 1 Juni 2008, karena hal itu tidak ada kaitannya dengan NU sebagai organisasi.

2. Waspada dan tidak terprovokasi oleh mereka yang sengaja mengumpankan warga NU bentrok dengan massa FPI, khususnya, dan warga masyarakat lain pada umumnya. Penyelesaian terhadap kekerasan yang dilakukan oleh anggota FPI kita serahkan kepada pihak yang berwajib sesuai dengan ketentuan hukumyang berlaku.


3. Mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon pertolongan- Nya agar rakyatdan bangsa Indonesia diselamatkan dari bahaya perpecahan dan diberikan kemampuan untuk menyelesaikan persoalan bangsa dan negaranya tanpa campur-tangan pihak lain.

4. Berkaitan dengan adanya anggota masyarakat warga NU yang mempunyai sudut pandang berbeda tentang Ahmadiyah, PBNU menegaskan bahwa ulama NU sudah menetapkan bahwa Ahmadiyah adalah menyimpang dari ajaran Islam. Masalah Ahmadiyah bukan soal kebebasan beragama dan berkeyakinan, tapi soal penodaan ajaran Islam. Kepada pemerintah, diharapkan untuk segera mengambil langkah-langkah hukum untuk mencegah timbulnya tindakan masyarakat yang anarkis.

Demikian instruksi PBNU untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya

Wallahhul muwafiq ila aqwamit thariq
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jakarta, 29 Jumadil Awal 1429 H
4 Juni 2008 M

Rais Syuriyah: Prof Dr KH Chotibul Umam
Ketua: Drs H Ahmad Bagdja
Sekretaris Jenderal: Dr H Endang Turmudi, MA

http://www.nu.or.id

(HOME)
Posting Lama ►
 

Mengenai Saya

Foto saya
Berbagi informasi CPNS dan Lowongan Pekerjaan
Masukan email-mu untuk terus update artikel dan info CPNS dan Lowker dari Adipanca.Net

Copyright © 2012. Adi & Panca Blog - All Rights Reserved Thanks to: by Blog Bamz